PLN Pastikan Pasokan Listrik Bandara Oesman Sidik di Bacan Siap Ditingkatkan Jadi 147 kVA

Penulis: Saiful  •  Senin, 25 Mei 2026 | 20:36:01 WIB
Tim teknis PLN melakukan pemeriksaan instalasi listrik di Bandara Oesman Sidik Bacan untuk persiapan penambahan daya menjadi 147 kVA.

BACAN — Tim teknis PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Ternate turun langsung ke Bandara Oesman Sidik di Pulau Bacan, Kabupaten Halmahera Selatan, pekan lalu. Mereka melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap instalasi listrik bandara sebagai bagian dari proses penambahan daya dari kapasitas sebelumnya menjadi 147 kVA.

Pemeriksaan itu mencakup sistem distribusi, panel listrik utama, hingga perangkat proteksi. Tujuannya satu: memastikan tidak ada titik lemah yang bisa memicu gangguan atau bahaya kelistrikan saat daya dinaikkan.

Mengapa Daya Bandara Harus Ditambah?

Bandara Oesman Sidik merupakan salah satu pintu udara strategis di kawasan Halmahera Selatan. Kebutuhan listriknya terus bertambah seiring peningkatan frekuensi penerbangan dan pengoperasian peralatan baru, seperti sistem navigasi, radar, dan penerangan landasan pacu.

General Manager PLN UIW Maluku dan Maluku Utara, Noer Soeratmoko, menegaskan bahwa infrastruktur transportasi udara masuk dalam kategori objek vital yang memerlukan pasokan listrik tanpa cela. “PLN terus berupaya menghadirkan layanan kelistrikan yang andal untuk mendukung aktivitas masyarakat maupun operasional fasilitas strategis daerah, termasuk sektor transportasi udara,” ujarnya dalam keterangan resmi yang diterima di Ambon.

Menurut Noer, keandalan listrik di bandara bukan sekadar soal penerangan. Lebih dari itu, menyangkut keselamatan penerbangan dan kelancaran arus logistik antar pulau.

Apa Saja yang Dipastikan Tim Teknis?

Dalam pengecekan itu, tim PLN tidak hanya melihat kapasitas trafo dan kabel. Mereka juga menguji kesesuaian sistem grounding, mengukur beban puncak, serta mengecek kondisi panel distribusi dan perangkat pemutus sirkuit. Semua dilakukan untuk memastikan instalasi pelanggan siap menerima tambahan daya secara aman.

Pendekatan preventif ini penting. Sebab, kegagalan listrik di bandara bisa berdampak domino—menunda jadwal penerbangan, mengganggu sistem check-in, hingga memacetkan komunikasi pilot-menara kontrol.

Respons Pengelola Bandara

Kepala Bandara Oesman Sidik, M. Hariddin, menyambut baik langkah PLN. Menurutnya, penambahan daya ini sangat krusial. “Penambahan daya listrik ini sangat penting untuk mendukung fasilitas operasional bandara, mulai dari sistem navigasi, penerangan, hingga layanan penunjang lainnya,” kata Hariddin.

Ia menambahkan bahwa proses pendampingan dari PLN berjalan lancar dan sesuai prosedur. Hariddin berharap pasokan listrik yang lebih besar ini bisa langsung dirasakan manfaatnya oleh para pengguna jasa bandara.

Dampak bagi Konektivitas Maluku Utara

Bandara Oesman Sidik melayani rute-rute perintis yang menghubungkan Bacan dengan kota-kota lain di Maluku Utara seperti Ternate dan Sofifi. Dengan daya listrik yang lebih andal, bandara diharapkan bisa memperpanjang jam operasional dan meningkatkan kualitas layanan darat.

PLN sendiri mencatat bahwa dukungan kelistrikan untuk sektor transportasi menjadi salah satu prioritas di wilayah kepulauan. Pasokan yang stabil di bandara perintis seperti Oesman Sidik ikut menentukan kelancaran distribusi barang dan mobilitas warga yang selama ini bergantung pada transportasi udara.

Ke depan, PLN berencana melanjutkan program serupa di bandara-bandara lain di Maluku dan Maluku Utara. Pemeriksaan berkala dan pendampingan teknis akan terus dilakukan agar seluruh infrastruktur strategis daerah mendapat pasokan listrik yang aman, andal, dan berkelanjutan.

Reporter: Saiful
Sumber: ambon.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top