AMBON — Momentum peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-118 tahun ini menjadi panggung bagi Pemkot Ambon untuk menegaskan komitmennya dalam menyelenggarakan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) yang bersih dan transparan. Wali Kota Ambon, Bodewin M. Wattimena, secara simbolis menandatangani Pakta Integritas SPMB Tahun 2026 sebagai jaminan proses penerimaan siswa baru akan berjalan objektif dan akuntabel.
"Memasuki tahun 2026 ini tantangan bangsa telah bergeser dari kedaulatan teritorial menuju kedaulatan informasi dan transformasi digital," kata Wali Kota Bodewin di hadapan para pejabat dan undangan yang hadir.
Penegasan ini menjadi sinyal kuat bahwa Pemkot Ambon serius memberantas segala bentuk percaloan dan praktik titip-menitip dalam penerimaan murid baru. Di tengah era digital, potensi manipulasi data dan akses istimewa justru semakin kompleks. Pakta Integritas yang ditandatangani menjadi ikrar bersama seluruh pemangku kepentingan untuk menolak segala bentuk gratifikasi dan kolusi yang bisa mencederai hak anak atas pendidikan.
Wali Kota Bodewin mengaitkan semangat Harkitnas kali ini dengan tantangan kedaulatan informasi. Tema "Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara" dinilai sangat relevan untuk melindungi generasi muda dari dampak negatif perkembangan teknologi. Ia menekankan, kebangkitan nasional saat ini harus diwujudkan dalam kemampuan bangsa menghadapi era digital tanpa kehilangan jati diri.
Dalam amanatnya, Bodewin juga menyoroti perhatian serius pemerintah pusat terhadap perlindungan anak di ruang digital. Ia merujuk pada penerapan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Perlindungan Anak yang dikenal dengan PP Tunas. "Aturan itu menjadi bentuk kehadiran negara dalam melindungi anak-anak di ruang digital, termasuk pembatasan akses media sosial bagi anak di bawah usia 16 tahun," ujarnya.
Selain soal SPMB dan perlindungan anak, Wali Kota juga menyampaikan sejumlah program strategis nasional di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Program-program tersebut meliputi Makan Bergizi Gratis (MBG), pembangunan Sekolah Rakyat dan Sekolah Garuda, serta layanan Cek Kesehatan Gratis (CKG). Di sektor ekonomi, pemerintah mendorong penguatan ekonomi masyarakat melalui pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih untuk meningkatkan kemandirian ekonomi di tingkat lokal.
Bodewin mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan momentum Hari Kebangkitan Nasional sebagai ajang memperkuat solidaritas sosial dan meningkatkan literasi digital. "Mari kita jadikan momentum ini untuk memperkuat solidaritas sosial, meningkatkan literasi digital, dan memastikan setiap langkah pembangunan berorientasi pada kemajuan bersama," pungkasnya.