MALUKU — Peluncuran BYD M6 DM di Spike Airdome, PIK 2, pekan lalu, menandai masuknya teknologi hybrid generasi terbaru pabrikan asal Tiongkok itu ke pasar Indonesia. Berbeda dengan model BYD lain yang sepenuhnya listrik, M6 DM mengandalkan sistem plug-in hybrid yang menggabungkan mesin bensin dan motor listrik.
Sistem penggerak BYD M6 DM terdiri dari mesin bensin 1.500 cc 4-silinder yang dipadukan dengan motor listrik. Total tenaga gabungan mencapai 207 HP, cukup untuk menggerakkan bodi MPV dari posisi diam ke 100 km/jam dalam 9,1 detik.
Angka yang paling menarik perhatian adalah efisiensi termal mesin yang diklaim mencapai 46,06 persen. Angka ini tergolong tinggi untuk mesin pembakaran internal dan menjadi kunci utama efisiensi bahan bakar kendaraan.
Teknologi DM 5.0 pada BYD M6 DM memiliki tiga mode berkendara yang bertransisi secara otomatis tanpa perlu diatur pengemudi. Sistem kontrol pintar memutuskan mode mana yang paling efisien berdasarkan kondisi baterai dan kebutuhan tenaga.
BYD mengemas karakter M6 DM dalam akronim GASS. Konsep ini menekankan bahwa mobil dirancang untuk kenyamanan berkendara jangka panjang, bukan sekadar performa mentah. Dengan dominasi motor listrik di kecepatan rendah, pengalaman berkendara menjadi lebih responsif tanpa suara bising mesin.
Kehadiran M6 DM menjadi opsi menarik di segmen MPV keluarga yang selama ini didominasi mesin konvensional. Dengan sistem hybrid, konsumen bisa menikmati efisiensi bahan bakar tanpa harus khawatir soal ketersediaan stasiun pengisian daya.