Pencarian

BWS Maluku Pompa Air ke 49 Hektare Sawah di Kairatu, Antisipasi Gagal Panen Musim Tanam II

Jumat, 16 Oktober 2026 • 17:01:01 WIB
BWS Maluku Pompa Air ke 49 Hektare Sawah di Kairatu, Antisipasi Gagal Panen Musim Tanam II
Petugas BWS Maluku memompa air ke sawah di Daerah Irigasi Kairatu I, Kamis (15/10/2026).

KAIRATU — Kepala BWS Maluku Ruslan Malik memimpin langsung penanganan kekeringan di Daerah Irigasi Kairatu I pada Kamis (15/10/2026). Tim Satgas Kekeringan BWS Maluku melaporkan dua titik persawahan yang kehilangan pasokan air pada musim tanam II.

Di lokasi Poktan Sri Rejeki I, sekitar 4 hektare sawah berpotensi gagal panen. Sementara di titik Br6 areal P3A Mohammad Khosim, sekitar 45 hektare sawah terancam karena debit air irigasi berkurang.

Sumur Gali dan Pompa Alkon untuk Poktan Sri Rejeki I

BWS Maluku menyerahkan bantuan satu sumur gali kepada Poktan Sri Rejeki I. Sumur berjarak sekitar 10 meter dari lahan itu difungsikan sebagai sumber air tambahan, didukung satu unit pompa alkon berukuran 2 inci.

Dari penanganan tersebut, sekitar 4 hektare sawah Poktan Sri Rejeki I sudah memperoleh tambahan pasokan air.

Pompanisasi di P3A Mohammad Khosim Berlanjut Sejak 13 Oktober

Di lokasi P3A Mohammad Khosim, tim menambah satu unit pompa alkon 2 inci untuk mengalirkan air dari sumur warga berkedalaman sekitar 10 meter menuju petak persawahan. Kegiatan itu merupakan kelanjutan penanganan yang dimulai sejak 13 Oktober 2026.

Berdasarkan laporan penanganan pada Kamis (15/10/2026), sekitar 1 hektare sawah di lokasi tersebut telah mendapat tambahan pasokan air.

Padi Berumur 60 Hari Kekurangan Air Sejak Peninjauan 1 Oktober

Tim BWS Maluku sebelumnya meninjau kondisi persawahan di wilayah itu pada 1 Oktober 2026. Saat peninjauan, tanaman padi musim tanam II dilaporkan berumur sekitar 60 hari dan mengalami kekurangan pasokan air.

Keterbatasan debit air irigasi membuat petani harus membagi pasokan secara bergiliran ke petak-petak tersier. Pompa yang dimiliki petani dinilai belum cukup melayani seluruh lahan secara bersamaan.

Arahan Dirjen SDA dan Slogan Cari, Temukan, Eksekusi

Ruslan menyatakan penanganan kekeringan melalui pompanisasi dilakukan atas perintah Dirjen SDA Kementerian PU.

"Apa yang kami lakukan ini dengan penanganan kekeringan persawahan melalui pompanisasi dilakukan atas arahan dan perintah Bapak Dirjen SDA Kementerian PU, dalam antisipasi kekeringan sesuai slogan Cari, Temukan, dan Eksekusi, untuk mengatasi kekeringan di daerah," kata Ruslan.

Pemantauan hingga Masa Panen Selesai

BWS Maluku bersama penyuluh pertanian lapangan, kelompok tani, dan P3A akan melanjutkan pompanisasi pada lahan yang masih membutuhkan air. Pemantauan dilakukan untuk memastikan ketersediaan sumber air, efektivitas pemompaan, serta kondisi tanaman hingga masa panen selesai.

Tim Satgas Kekeringan BWS Maluku juga akan mengevaluasi cakupan layanan pompanisasi. Hasil evaluasi itu menjadi dasar menentukan kebutuhan penanganan lanjutan di areal persawahan terdampak.

Follow kabartual.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: terasmaluku.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks