Pencarian

IHSG Berpotensi Mendatar Akhir Pekan, Pasar Cermati Notulen The Fed dan Restitusi Pajak Rp198,71 Triliun

Sabtu, 10 Oktober 2026 • 10:46:02 WIB
IHSG Berpotensi Mendatar Akhir Pekan, Pasar Cermati Notulen The Fed dan Restitusi Pajak Rp198,71 Triliun
Pergerakan IHSG di Bursa Efek Indonesia pada perdagangan akhir pekan.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia berpotensi bergerak mendatar pada perdagangan akhir pekan seiring pelaku pasar mencermati sentimen global dan domestik. IHSG dibuka menguat 7,73 poin atau 0,13 persen ke posisi 6.039,01, sementara Indeks LQ45 naik 1,38 poin atau 0,23 persen ke 595,02. Head of Research Kiwoom Sekuritas Indonesia Liza Camelia Suryanata memperkirakan IHSG menguji support 5.979 dengan resistance di 6.095-6.120.

JAKARTA — Pergerakan IHSG pada perdagangan akhir pekan ini dibayangi sejumlah sentimen yang saling bertolak belakang. Dari mancanegara, notulen rapat The Fed periode September 2026 menunjukkan sebagian besar pejabat memperkirakan satu kali kenaikan suku bunga Fed Funds Rate pada akhir 2026, meski waktu pelaksanaannya belum pasti.

Gubernur The Fed Christopher Waller menyatakan kenaikan suku bunga lebih lanjut kemungkinan diperlukan untuk mengembalikan inflasi ke target. Pasar memperkirakan probabilitas sekitar 78 persen The Fed mempertahankan suku bunga pada Oktober 2026, sedangkan peluang kenaikan 25 bps pada Desember 2026 mencapai sekitar 69 persen.

Imbal Hasil Obligasi Jepang dan Ketegangan Selat Hormuz Jadi Sorotan

Investor turut memantau prospek pengetatan kebijakan Bank of Japan setelah imbal hasil obligasi pemerintah tenor 10 tahun turun dari level tertinggi dalam 30 tahun. Dari Timur Tengah, ketegangan AS-Iran kembali meningkat setelah Iran mengintensifkan serangan terhadap kapal tanker di dalam dan sekitar Selat Hormuz.

Sembilan kapal tanker dilaporkan menjadi sasaran selama sepekan terakhir. Arus minyak melalui jalur tersebut turun menjadi sekitar 9,5 juta barel per hari, atau 30 persen di bawah tingkat normal sebelum perang Iran.

Presiden AS Donald Trump menyatakan AS tidak akan menyerang Iran sebelum pemilihan paruh waktu November 2026. Badai Isaias juga mengancam fasilitas produksi minyak lepas pantai di Teluk Meksiko, membuat perusahaan energi menghentikan sekitar 500.000 barel produksi harian.

Restitusi Pajak Turun 38,7 Persen, Tekanan ke Dunia Usaha

Dari dalam negeri, Direktorat Jenderal Pajak mencatat realisasi restitusi pajak mencapai Rp198,71 triliun hingga September 2026. Angka itu menurun 38,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp323,92 triliun.

Restitusi didominasi PPN dan PPnBM sebesar Rp137,79 triliun serta PPh Rp59,08 triliun. Masih terdapat utang restitusi Rp70,25 triliun per akhir 2025 yang belum dicairkan, sehingga penundaan pembayaran hingga 2027 berpotensi menambah tekanan terhadap APBN 2027.

Investasi Semester I Capai Rp1.010,6 Triliun

Realisasi investasi Indonesia mencapai Rp1.010,6 triliun pada semester I 2026 dengan penyerapan 1,448 juta tenaga kerja dari proyek PMDN dan PMA. Data BKPM menunjukkan penyerapan tenaga kerja dari investasi langsung dalam lima tahun terakhir tumbuh rata-rata 22,4 persen.

"Tren ini mencerminkan kontribusi investasi terhadap penciptaan lapangan kerja dan aktivitas ekonomi domestik, dengan keberlanjutan realisasi investasi menjadi faktor penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi," ujar Liza.

Bursa Global Mayoritas Melemah

Bursa Eropa kompak melemah pada penutupan Kamis (08/10). Euro Stoxx 50 turun 0,94 persen, FTSE 100 Inggris melemah 0,16 persen, DAX Jerman turun 1,18 persen, dan CAC 40 Prancis melemah 0,51 persen.

Di Wall Street, S&P 500 melemah 0,47 persen ke level 7.765,36 dan Nasdaq Composite turun 1,25 persen ke 27.193,34. Dow Jones Industrial Average justru menguat 0,10 persen ke 51.231,64.

Bursa Asia pagi ini bergerak bervariasi. Nikkei melemah 0,73 persen ke 68.548,00, Hang Seng menguat 0,94 persen ke 24.010,50, Shanghai turun 1,19 persen ke 3.766,44, dan Straits Times melemah 0,43 persen ke 5.389,85. Indeks Kospi Korea Selatan libur nasional memperingati Hangul Day.

"Investor akan mencermati keberlanjutan pertumbuhan laba, perkembangan sektor AI, serta kemampuan pasar menyerap tekanan tanpa memicu koreksi yang lebih luas," ujar Liza.

Follow kabartual.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: ambon.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks