AMBON — Sekretaris Deputi Bidang Penyediaan dan Penyaluran BGN, Rufriyanto Maulana Yusuf, menyampaikan bahwa Maluku saat ini memiliki 105 SPPG yang telah melayani sekitar 226 ribu penerima manfaat. Angka itu baru mencakup sekitar 31 persen dari total sasaran sekitar 770 ribu orang di provinsi tersebut.
Artinya, masih ada sekitar 500 ribu penerima manfaat yang belum mendapatkan layanan MBG. Penambahan 20 dapur baru diharapkan mempersempit jarak itu, meski belum menutup seluruh kebutuhan.
Berapa Penerima Manfaat yang Terlayani dari 20 SPPG Baru?
Pengoperasian 20 SPPG tambahan dilakukan secara bertahap, tidak serentak. Maulana memproyeksikan fasilitas baru itu melayani sekitar 26 ribu penerima manfaat begitu berjalan penuh.
Dengan tambahan tersebut, cakupan layanan MBG di Maluku diperkirakan bergerak ke sekitar 34 persen. Kenaikannya tiga poin persentase dari posisi saat ini.
Moratorium Berakhir, Pemda Sudah Menunggu Lebih dari Setahun
Asisten I Setda Maluku Faradilla Attamimi menyambut baik pembukaan 20 dapur baru yang dilakukan setelah moratorium dicabut. Menurutnya, pemerintah daerah bersama mitra telah menunggu perluasan layanan MBG lebih dari satu tahun.
Faradilla menilai aktivasi SPPG menjadi jalan bagi daerah untuk kembali mengajukan usulan layanan yang sempat tertahan. Pemprov Maluku berharap tambahan fasilitas memperluas jangkauan program hingga masyarakat yang selama ini belum terlayani.
Dukungan Lintas Pemerintahan Jadi Kunci Pemerataan MBG
Pelaksanaan MBG di Maluku tidak hanya bergantung pada BGN. Pemprov menilai dukungan pemerintah kabupaten dan kota serta seluruh pemangku kepentingan diperlukan agar program berjalan sesuai sasaran.
Maulana menyampaikan hal senada saat menghadiri aktivasi di Negeri Allang, Leihitu Barat, Maluku Tengah. Ia menyebut pengoperasian SPPG baru dilakukan bertahap dengan mempertimbangkan kesiapan fasilitas dan penerima manfaat di tiap wilayah.
Bagi warga di daerah yang belum terjangkau, tambahan 20 SPPG menjadi penanda bahwa perluasan layanan mulai bergerak lagi. Namun dengan 500 ribu penerima manfaat yang masih menunggu, pemerataan MBG di Maluku belum selesai.