MALUKU — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) membeberkan penyebab fenomena hujan es yang mengguyur sebagian wilayah Kota Medan, Sumatra Utara. Data pengamatan BBMKG Wilayah I mencatat hujan lebat disertai angin kencang 19 knot terjadi sekitar pukul 15.20 WIB, dengan suhu udara yang turun drastis dari 32,6 menjadi 26 derajat Celsius dalam satu jam.
Prakirawan BBMKG Wilayah I Martha Manurung menyatakan hujan es di Medan berawal dari hujan deras yang disertai penurunan suhu udara secara tiba-tiba. Pemantauan radar Medan juga menunjukkan potensi hujan lebat di sekitar Medan Johor dan wilayah sekitarnya.
Ciri-Ciri yang Teramati Sebelum Hujan Es Turun
Martha menjelaskan sejumlah tanda yang bisa diamati sebelum hujan es terjadi. Langit berubah cepat menjadi gelap dan pekat, sementara angin mendadak menguat serta berubah arah.
Data pengamatan menunjukkan pada pukul 15.00 WIB kondisi angin calm, lalu berubah menjadi 19 knot pada pukul 15.30 WIB. Suhu udara juga terasa lebih dingin secara tiba-tiba, dari 32,6 derajat Celsius pada pukul 15.00 menjadi 26 derajat Celsius pada pukul 16.00 WIB.
"Hujan turun sangat deras dalam waktu relatif singkat, sering disertai petir dan guntur," ujar Martha, dikutip dari Detikcom, Rabu (23/9).
Peran Awan Cumulonimbus dalam Hujan Es
Menurut Martha, hujan es umumnya terbentuk dari awan Cumulonimbus (Cb). Awan jenis ini mampu menghasilkan hujan lebat, angin kencang, hingga es berukuran kecil yang jatuh ke permukaan.
BMKG mencatat hujan lebat mengguyur Kota Medan pada sore hari sekitar pukul 15.20 WIB. Kecepatan angin saat kejadian mencapai 19 knot, cukup kuat untuk memicu perubahan cuaca cepat di wilayah perkotaan.
Potensi Hujan Masih Tinggi di Sumatra Utara
Martha menyebut potensi pertumbuhan awan hujan di wilayah Sumatra Utara masih cukup tinggi. Penyebabnya adalah konvergensi dan belokan angin, terutama di pesisir timur Sumatra Utara, ditambah kondisi labilitas udara yang labil.
"Saat ini berdasarkan analisis angin, wilayah Sumatera Utara adanya konvergensi dan belokan angin khususnya di pesisir timur Sumatera Utara, dan labilitas udara yang cukup labil sehingga potensi munculnya awan-awan hujan cukup tinggi," pungkasnya.
Warga Medan dan sekitarnya disarankan mewaspadai perubahan cuaca mendadak pada sore hingga malam hari, terutama saat langit menggelap cepat dan angin menguat tiba-tiba.