Pencarian

Sulsel Tembus 15 Besar Destinasi Wisata Halal 2026, Siap Dikunjungi Traveler Muslim

Kamis, 03 September 2026 • 17:20:31 WIB
Sulsel Tembus 15 Besar Destinasi Wisata Halal 2026, Siap Dikunjungi Traveler Muslim
Suasana diskusi persiapan asesmen Indonesia Muslim Travel Index (IMTI) 2026 di Kantor Bank Indonesia Perwakilan Sulawesi Selatan, Makassar.

MALUKUBank Indonesia (BI) Perwakilan Sulawesi Selatan bersama Dinas Kebudayaan dan Kepariwisataan setempat kini serius menggarap potensi ini. Provinsi yang dikenal dengan keindahan bawah laut Wakatobi hingga kuliner Coto Makassar ini terpilih menjadi satu dari 14 provinsi yang menjalani asesmen Indonesia Muslim Travel Index (IMTI) 2026.

Penilaian tersebut merupakan ajang pemeringkatan nasional yang dilakukan oleh Enhai Halal Tourism Center (EHTC) Politeknik Pariwisata NHI Bandung berkolaborasi dengan Crescent Rating, lembaga rating wisata halal global.

Bukan Sekadar Sertifikasi, Ini Standar Fasilitas yang Akan Diratakan

Deputi Kepala Perwakilan BI Sulawesi Selatan, Firman Hidayat, menegaskan pemetaan ini menjadi pijakan untuk merumuskan tiga area penguatan utama. Pertama, destinasi ramah muslim harus mampu memberikan pengalaman baik kepada wisatawan, mulai dari kemudahan konektivitas, kebersihan, keamanan, akses informasi, hingga kemudahan bertransaksi.

"Pelaksanaan IMTI menjadi momentum penting bagi Sulawesi Selatan untuk memperoleh pemetaan yang lebih komprehensif mengenai kesiapan dan perkembangan ekosistem Pariwisata Ramah Muslim," ujarnya dalam forum diskusi di Kantor BI Sulsel, kemarin.

Standar Global Tanpa Meninggalkan Wisatawan Lain

Firman menambahkan, destinasi wisata muslim ke depan tidak hanya berorientasi pada kebutuhan spesifik wisatawan muslim. Namun, harus mengadopsi standar layanan global yang universal.

"Destinasi wisata dapat memenuhi kebutuhan wisatawan muslim, namun tetap nyaman dan menarik bagi wisatawan lain dari berbagai negara, budaya serta latar belakang," jelasnya.

Dampak Langsung untuk UMKM dan Kuliner Lokal

Area penguatan ketiga yang tak kalah penting adalah menghubungkan destinasi dengan potensi unggulan lokal. Sektor UMKM dan kuliner menjadi tulang punggung rantai nilai halal (halal value chain) yang diharapkan ikut terangkat seiring meningkatnya jumlah kunjungan.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Kepariwisataan Provinsi Sulawesi Selatan, Andi Mirna, turut hadir dalam forum yang juga dihadiri Ekonom Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah BI, Annisa Elma Nabila, tersebut. Kehadiran lintas instansi ini menegaskan bahwa pengembangan wisata halal membutuhkan kolaborasi menyeluruh, bukan kerja sendiri-sendiri.

Mengapa Ini Kabar Baik untuk Traveler?

Bagi Anda yang tengah merencanakan liburan ke Toraja, Pulau Samalona, atau sekadar menikmati sunset di Pantai Losari, kabar ini patut disambut positif. Asesmen IMTI biasanya berujung pada peningkatan fasilitas seperti ketersediaan makanan bersertifikat halal, tempat wudhu yang nyaman, hingga informasi ramah muslim di objek wisata.

Hasil asesmen IMTI 2026 yang dijadwalkan rampung tahun depan ini tidak hanya menjadi dasar penilaian peringkat. Lebih dari itu, hasil tersebut menjadi referensi bersama untuk merumuskan kebijakan pengembangan pariwisata yang terintegrasi dan berkelanjutan di Sulawesi Selatan.

Follow kabartual.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: republiknews.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks