AMBON — Pelantikan Levinus Kariuw menandai dimulainya kepengurusan baru PASI Maluku yang langsung dihadapkan pada tuntutan pembinaan atlet berkelanjutan. Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa hadir dalam acara tersebut dan menyatakan dukungan pemerintah daerah terhadap upaya mengembalikan kejayaan olahraga Maluku, khususnya cabang atletik.
Menurut Hendrik, Maluku memiliki potensi besar melahirkan atlet berprestasi. Potensi itu, katanya, harus ditopang pembinaan yang serius, terencana, dan konsisten.
"Potensi olahraga Maluku sangat besar. Karena itu, kita harus membenahi olahraga secara sungguh-sungguh. Saya berharap di bawah kepemimpinan Bung Levi dan seluruh pengurus, atletik Maluku kembali melahirkan prestasi dan mengharumkan nama daerah," tegas Hendrik.
Gubernur mendorong PASI Maluku menyelenggarakan kompetisi atletik khusus anak-anak, terutama kelompok usia maksimal 10 tahun. Langkah itu dinilai sebagai pintu masuk pembinaan usia dini yang selama ini menjadi titik lemah pembinaan atletik di daerah.
Pembinaan yang dimulai sejak dini diharapkan menghasilkan regenerasi atlet yang lebih siap menghadapi kompetisi nasional. Kepengurusan baru PASI Maluku diminta menerjemahkan dorongan tersebut ke dalam program kerja konkret, bukan sekadar wacana.
Kepengurusan Levinus Kariuw menargetkan kebangkitan atletik Maluku dengan tolok ukur prestasi di PON 2028. Target itu menuntut persiapan panjang, mulai dari pemassalan atlet di sekolah hingga penyediaan pelatih dan fasilitas latihan yang memadai.
Pelantikan dan rapat kerja pengurus di Hotel Pacific Ambon menjadi titik awal penyusunan program pembinaan yang lebih terarah. PASI Maluku belum merinci jadwal dan bentuk kompetisi usia dini yang akan digelar.