Sequoia Tutup Program Scouts, Sinyal Pergeseran Model Investasi VC Global

Penulis: Fajar  •  Sabtu, 07 November 2026 | 12:04:31 WIB
Sequoia Capital mengumumkan penghentian program scout yang berjalan sejak 17 tahun lalu.

MALUKU — Sequoia Capital menghentikan program scout yang dirintisnya 17 tahun lalu, langkah yang disebut sejumlah pengamat menandai berakhirnya satu era model investasi ventura. Keputusan itu bagian dari overhaul besar yang juga menutup kantor London, seperti tertuang dalam memo resmi firma tersebut. Bagi ekosistem startup, perubahan ini bisa memengaruhi cara pendanaan tahap awal mengalir ke founder di berbagai negara.

Sequoia Capital mengumumkan penutupan program scout dalam memo yang diposting ke X. Program itu membuat sejumlah founder dan operator terpilih menulis cek atas nama firma. Sejumlah pengamat menyebut keputusan tersebut lebih mencerminkan arah baru investasi ventura ketimbang sekadar efisiensi internal.

Penutupan kantor London dinilai bukan indikator utama. London masih punya ekosistem AI yang tumbuh pesat, sehingga pembacaan berlebihan terhadap langkah itu dianggap keliru. Yang lebih signifikan justru berakhirnya model scout yang selama ini jadi mesin deal flow banyak firma modal ventura.

Bagaimana Program Scouts Bekerja

Sequoia merintis model ini 17 tahun lalu. Founder dan operator terpilih diberi mandat menulis cek atas nama firma, lalu mendapat kompensasi dari hasil investasi. Skema itu menyebar cepat ke banyak VC lain saat persaingan memperebutkan akses ke startup tahap awal memanas.

Model ini memang tidak pernah sepenuhnya diterima. Sejumlah investor meragukan efektivitasnya sejak awal. "Mereka merintis program scout, tapi jujur saja itu tidak pernah masuk akal bagi saya," kata VC Sheel Mohnot di X.

Mohnot menilai para scout sendiri tidak terlalu peduli pada portofolio investasi. Ia mencontohkan Sequoia yang disebutnya sempat melewatkan Uber. "Saya menduga firma lain akan menutup program mereka juga," tambahnya.

Alasan Sequoia dan Sinyal Industri

Sequoia tidak secara eksplisit menyerang konsep scout dalam memo tersebut. Firma itu membingkai keputusan sebagai kebutuhan untuk lebih fokus, dengan tujuan "menaruh lebih banyak energi pada lebih sedikit orang dan hal".

Frasa itu bergema dengan kritik yang sudah lama muncul terhadap pendekatan sebar luas atau spray and pray dalam perburuan deal. Sejumlah firma besar kini menilai kualitas relasi lebih penting daripada jumlah scout.

Andreessen Horowitz (a16z) mengambil jalur berbeda. Firma ini membangun jaringan scout global untuk memantau peluang di Amerika Serikat sekaligus di hub Eropa yang lebih kecil. Namun mitra a16z, Gabriel Vasquez, menyebut program mereka telah dirombak untuk mempertajam fokus pada orang-orang terbaik.

Dalam skema baru itu, scout mendapat lebih banyak sumber daya tetapi dituntut lebih aktif, misalnya ikut menggelar makan malam bersama firma. "Mereka dapat anggaran lebih besar, tapi jumlah kami kurangi," kata Vasquez seperti dikutip TechCrunch.

Dampak ke Founder dan Ekosistem

Bagi founder, posisi scout tetap menarik. Posisi itu mendekatkan mereka ke firma yang mungkin kelak menjadi investor, bahkan membuka jalan ke peran partner. Status sebagai pihak yang bisa menulis cek juga menaikkan posisi mereka di mata founder lain.

Roxanne Varza, bos Station F, mengaku sedih mendengar program Sequoia dihentikan. Lewat LinkedIn ia berharap firma lain tidak mengikuti langkah serupa. Varza pernah menjadi scout Sequoia pada 2020 hingga 2025.

Varza menyebut peran scout sering menjadi batu loncatan bagi calon manajer investasi. Banyak scout kemudian bergabung atau membangun fund sendiri. Program itu, menurutnya, membantu mereka membangun rekam jejak investasi dan relasi langsung dengan berbagai fund.

Dampaknya meluas ke level ekosistem. Varza menilai program scout ikut mendewasakan budaya investasi dan lanskap pendanaan tahap awal di Eropa. "Saya yakin mereka membantu menumbuhkan budaya investasi dan lanskap investasi tahap awal yang kita lihat sekarang di Eropa," ujarnya kepada TechCrunch.

Mengapa Model Ini Kehilangan Tenaga

Ada dua alasan yang membuat program scout makin sulit dipertahankan. Pertama, operator berpengalaman bisa mendapat upside finansial lebih besar dengan bertindak sebagai angel investor. Jika memakai uang sendiri, seluruh imbal hasil menjadi milik mereka.

Kedua, firma VC papan atas kini cukup besar dan terkenal sehingga founder terbaik cenderung mendatangi mereka langsung. Firma jadi lebih kecil kemungkinannya kehilangan deal, kecuali di tahap paling awal atau di ceruk dan wilayah yang jangkauannya terbatas.

Tarikan deal awal dan ceruk itulah yang membuat program scout lebih mungkin dirombak ketimbang dihapus total. Varza memperkirakan kesepakatan bergaya venture partner akan tetap hidup. "Scouts hanyalah cara menskalakan format itu," kata dia.

Sequoia, menurut Varza, kemungkinan tidak mengakhiri semua bentuk venture partner. Namun ia mengingatkan firma itu penuh kejutan. Bagi pelaku startup Indonesia, sinyalnya jelas: akses pendanaan tahap awal makin bergantung pada relasi langsung dengan firma, bukan pada jaringan perantara.

Reporter: Fajar
Sumber: techcrunch.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top