MALUKU — Program "Adam's Law" yang dibawakan Adam Levy menjadi serial baru paling banyak ditonton di kategori syndication pada musim televisi 2026-2027 versi data Nielsen. Pada pekan 19 Oktober, acara ini mencetak rata-rata 1,33 juta penonton, sementara sepanjang musim berjalan mencatat 1,29 juta penonton per episode. Capaian itu menjawab keraguan publik yang sempat menilai kehadirannya hanya mengandalkan nama besar ibunya, Judge Judy.
Levy dan CBS memang mengambil taruhan besar dengan menempatkan "Adam's Law" sebagai pengganti "Judge Judy", program yang bertahan 25 tahun di televisi siang. Bagi Levy, posisi itu bukan perkara mudah karena Judy Sheindlin, bintang acara tersebut, adalah ibunya sendiri.
Sejak awal, Levy menyadari ada beban ekspektasi yang mengiringi peluncuran programnya. Ia menyebut sebagian calon penonton ragu apakah acaranya punya nilai lebih dari sekadar hubungan keluarga dengan Judge Judy.
"Penonton diminta sekadar menonton acara saya karena siapa ibu saya, karena siapa yang berhubungan darah dengan saya," kata Levy dalam wawancara terbaru. "Banyak yang ragu, yang mengira ini cuma gimmick."
Setelah beberapa pekan mengudara, Levy berharap audiens menilai kualitas yang ia bawa ke layar, bukan latar belakang keluarganya.
Dalam setiap episode, Levy memastikan dirinya menelusuri apakah para pihak yang berperkara punya riwayat sebelumnya di pengadilan atau rekam jejak mengajukan gugatan yang tidak berdasar. Menurutnya, langkah itu bagian dari tugas hakim yang seharusnya dijalankan.
"Inilah yang seharusnya dilakukan hakim. Hakim harus memegang tanggung jawab orang-orang," ujar Levy. Ia yakin penonton menghargai kerja ekstra tersebut, terutama saat ia menegur pengacara yang menyampaikan pernyataan palsu di ruang sidang.
Levy menilai penegakan disiplin semacam itu bisa menekan jumlah litigasi ringan di kemudian hari jika diterapkan lebih luas.
Sebelum masuk televisi, Levy berkarier sebagai jaksa distrik dan asisten jaksa distrik. Ia kemudian dipercaya menjadi salah satu hakim dalam serial "Tribunal Justice" yang tayang di Amazon Prime Video.
Rekam jejak itu menjadi dasar klaim CBS bahwa "Adam's Law" bukan sekadar format pengadilan televisi biasa. CBS juga memantau pertumbuhan basis pengikut Levy di media sosial sebagai indikator daya tariknya di luar layar kaca.
Hingga kini, Levy mengantongi 321.000 pengikut di Instagram, 214.000 di Facebook, 33.000 di TikTok, dan 30.000 di YouTube.
Levy tidak melihat capaian rating ini sebagai titik akhir. Ia membayangkan "Adam's Law" bisa bertahan bertahun-tahun ke depan dan memberi dampak lebih luas pada cara hakim bekerja di ruang sidang.
"Saya melihat acara ini akan berjalan selama beberapa tahun," kata Levy. "Saya berharap ini memulai sebuah gerakan, dan kita mulai mendapatkan hakim-hakim yang lebih baik sebagai hasilnya."
Bagi pasar televisi syndication Amerika Serikat, keberhasilan "Adam's Law" menandai bahwa slot yang ditinggalkan Judge Judy masih punya daya tarik besar, asalkan dibawakan dengan pendekatan yang berbeda.