MALUKU — PT BUMA Internasional Grup Tbk (DOID) mendirikan PT Bestari Mitra Talenta (BEST) melalui dua anak usahanya, BIRU dan KIM, untuk menunjang operasional grup di bidang administrasi, telekomunikasi, dan teknologi informasi. Langkah ini memperluas portofolio DOID yang sebelumnya identik dengan jasa pertambangan batu bara.
Jakarta — PT Bisa Ruang Nuswantara (BIRU) dan PT Katalis Investama Mandiri (KIM) mendirikan perusahaan baru bernama PT Bestari Mitra Talenta (BEST). BIRU dan KIM merupakan anak usaha DOID dengan kepemilikan saham perseroan masing-masing 99,99 persen dan 99,98 persen. Pendirian BEST tercatat dalam keterbukaan informasi yang disampaikan Direktur DOID Silfanny Fadillah Bahar, Selasa (3/11/2026).
Langkah korporasi ini menandai perluasan lini usaha DOID ke sektor penunjang operasional dan layanan digital. Sebelumnya, Buma International Group—nama baru Delta Dunia Group—dikenal sebagai penyedia jasa pertambangan batu bara berkualitas tinggi di Indonesia dan Australia.
BEST didirikan untuk menunjang kebutuhan operasional Grup DOID. Fokus kegiatan usahanya mencakup aktivitas administratif dan penunjang usaha, aktivitas telekomunikasi, pemrograman komputer, konsultansi, infrastruktur komputasi, hingga jasa informasi lainnya.
Dalam praktiknya, BEST akan menjalankan sejumlah layanan turunan. Mulai dari penyediaan jasa penunjang fasilitas, kebersihan bangunan dan jasa lansekap, penyediaan tenaga kerja dan administrasi kantor, sampai layanan teknologi informasi dan pengolahan data.
“PT Bisa Ruang Nuswantara (BIRU) dan PT Katalis Investama Mandiri (KIM), yang merupakan anak perusahaan perseroan dengan kepemilikan saham perseroan masing-masing sebesar 99,99 persen pada BIRU dan 99,98 persen pada KIM, telah mendirikan perusahaan baru bernama PT Bestari Mitra Talenta (BEST),” ujar Silfanny dalam keterbukaan informasi.
DOID memegang 249 saham BIRU atau setara Rp249 juta, dengan persentase kepemilikan 99,6 persen. Angka itu merujuk pada struktur kepemilikan langsung perseroan di BIRU sebelum pendirian BEST.
Dengan skema dua lapis, BIRU dan KIM menjadi kendaraan DOID untuk menguasai hampir seluruh saham BEST. Pendirian entitas baru ini menambah daftar anak usaha grup yang bergerak di luar bisnis inti pertambangan.
Manajemen DOID menegaskan pendirian BEST tidak berdampak material terhadap kinerja perseroan. Silfanny menyatakan langkah korporasi ini tidak memengaruhi kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, maupun kelangsungan usaha perseroan.
“Pendirian BEST tidak memberikan dampak material terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha perseroan,” tegasnya.
Meski begitu, kehadiran BEST memberi grup kendali langsung atas fungsi penunjang yang selama ini mungkin dikerjakan pihak ketiga. Layanan kebersihan, tenaga kerja administrasi, hingga pengolahan data bisa dikelola lebih terpusat di bawah satu entitas.
Buma International Group sebelumnya dikenal sebagai Delta Dunia Group. Portofolio bisnisnya mencakup penyedia jasa pertambangan terkemuka di Indonesia dan Australia yang memasok batu bara berkualitas tinggi.
Pendirian BEST memperlihatkan arah diversifikasi yang lebih luas: dari kontraktor tambang menjadi grup dengan lini usaha penunjang dan digital. Bagi investor, sinyal yang perlu dicermati adalah bagaimana entitas baru ini berkontribusi terhadap efisiensi biaya operasional grup ke depan, bukan terhadap pendapatan inti.
Langkah serupa lazim dilakukan emiten pertambangan yang ingin memperkuat fungsi back office dan layanan teknologi informasi secara mandiri. Dampaknya baru akan terlihat dalam beberapa periode ke depan, terutama jika BEST mulai melayani kebutuhan grup secara penuh.