MALUKU — BMKG mencatat episentrum gempa berada di koordinat 7,08 Lintang Selatan dan 130,07 Bujur Timur, atau sekitar 169 kilometer arah Barat Laut Tanimbar. Guncangan terdeteksi pada pukul 07.53 WIB dan getarannya terasa hingga ke sejumlah wilayah sekitar.
Hasil analisis awal BMKG menempatkan kedalaman gempa di 130 kilometer. Pusat gempa yang cukup dalam itu disebut menjadi salah satu alasan mengapa guncangan tidak memicu peringatan dini tsunami.
BMKG menyampaikan keterangan resmi melalui kanal informasi gempa bumi mereka. Lembaga itu menegaskan hasil pemantauan tidak menunjukkan indikasi terbentuknya gelombang laut besar pascalindu.
"Tidak berpotensi tsunami," demikian bunyi keterangan BMKG yang dikutip dari informasi resmi mereka.
Meski begitu, BMKG mengingatkan bahwa informasi awal gempa mengutamakan kecepatan penyampaian. Data pengolahan masih bisa berubah seiring masuknya kelengkapan data dari sensor.
"Disclaimer: informasi ini mengutamakan kecepatan, sehingga hasil pengolahan data belum stabil dan bisa berubah seiring kelengkapan data," tulis BMKG dalam keterangannya.
Wilayah Maluku memang berada di zona pertemuan lempeng yang aktif. Gempa dengan magnitudo menengah seperti ini relatif sering terjadi, terutama di kawasan laut Banda dan sekitarnya.
Hingga informasi ini diturunkan, belum ada laporan kerusakan bangunan maupun korban jiwa dari wilayah Tanimbar. Warga diminta tidak terpengaruh informasi yang belum terverifikasi.
BMKG menyarankan masyarakat memantau pembaruan resmi melalui aplikasi Info BMKG atau kanal komunikasi pemerintah daerah. Pembaruan diperlukan jika terjadi gempa susulan dengan karakter berbeda.