AMBON — Jusuf Kalla tiba di Ambon untuk mengisi forum ekonomi yang digelar Majelis Pengurus Wilayah Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) Organisasi Wilayah Maluku. Acara berlangsung mulai pukul 18.30 WIT dan mempertemukan pelaku usaha dengan pemangku kebijakan daerah.
Dalam forum itu, Kalla dijadwalkan membahas masa depan pengelolaan potensi energi dan pengembangan industri di Maluku. Topik yang diangkat menyentuh persoalan mendasar daerah ini: bagaimana kekayaan sumber daya alam yang melimpah bisa dikelola optimal, punya nilai tambah, dan memberi manfaat nyata bagi warga.
Maluku Business Forum 2026 mengusung tema "Dinamisasi Ekosistem Energi Maluku melalui Optimalisasi Potensi, Hilirisasi Industri dan Investasi Strategis untuk Pembangunan Nasional Berkelanjutan". Tema itu dipilih karena Maluku menghadapi tantangan mengubah potensi sumber daya menjadi nilai tambah industri.
Forum ini tidak sekadar ruang pertemuan pelaku usaha. ICMI Maluku memposisikannya sebagai wadah membangun gagasan dan jejaring investasi untuk mempercepat pembangunan ekonomi daerah.
Selama ini kekayaan alam Maluku banyak dikirim keluar dalam bentuk bahan mentah. Hilirisasi dianggap jalan untuk menahan nilai tambah di daerah, membuka lapangan kerja, dan memperkuat penerimaan daerah.
Kehadiran tokoh nasional seperti Kalla memberi bobot tersendiri bagi agenda tersebut. Pengalaman panjangnya di dunia usaha dan pemerintahan dinilai relevan untuk membuka akses jejaring investasi bagi pelaku usaha lokal.
Forum ini mempertemukan pelaku usaha Maluku dengan sejumlah pihak yang berpotensi menjadi mitra investasi. ICMI Maluku berharap pertemuan tersebut menghasilkan gagasan konkret, bukan sekadar diskusi seremonial.
Pemerintah provinsi dan kabupaten/kota di Maluku belum menyampaikan rincian tindak lanjut dari forum ini. Porostimur.com akan memperbarui laporan begitu ada keterangan resmi mengenai hasil pertemuan.