5 Atlet yang Pernah Memicu Kemarahan Publik China, dari Mbappe hingga Townsend

Penulis: Sutomo  •  Kamis, 29 Oktober 2026 | 19:32:31 WIB
Bintang Real Madrid, Kylian Mbappe, meminta maaf setelah komentarnya terkait meme Mao Zedong dinilai menyinggung publik China.

MALUKU — Kylian Mbappe dan Taylor Townsend termasuk deretan atlet yang berurusan dengan publik China akibat pernyataan maupun tindakan mereka. Kontroversi itu berujung pada permintaan maaf, pemutusan kerja sama komersial, hingga penghapusan dari siaran dan gim olahraga.

Posisi China sebagai salah satu pasar olahraga terbesar dunia membuat setiap pernyataan atlet internasional punya bobot besar. Ketika komentar dinilai menyinggung, reaksinya cepat dan dampaknya sering merembet ke ranah komersial.

Dari lima kasus yang tercatat, pemicunya beragam: ada yang menyentuh tokoh kebangsaan, ada pula yang bermula dari candaan soal makanan lokal. Konsekuensi yang diterima para atlet juga tidak seragam.

Kylian Mbappe dan Meme Mao Zedong yang Berujung Pemutusan Kerja Sama

Bintang Real Madrid ini tersandung komentar soal meme yang menggambarkan dirinya sebagai Mao Zedong. Mao adalah tokoh pendiri Republik Rakyat China dengan kedudukan penting dalam sejarah negara itu, sehingga pernyataan Mbappe dinilai menghina simbol kebangsaan.

Dampaknya meluas ke ranah komersial. Sejumlah merek asal China, termasuk Mengniu dan Bushuila, mengakhiri kerja sama dengan Mbappe. Ia kemudian menyampaikan permintaan maaf atas komentarnya yang dinilai menyinggung masyarakat China.

Taylor Townsend dan Candaan soal Makanan di Shenzhen

Petenis Amerika Serikat ini menuai kritik pada September 2025 setelah mengunggah video yang mengomentari makanan lokal saat berada di Shenzhen. Ketika itu, Townsend berada di China untuk mengikuti Billie Jean King Cup Finals.

Dalam unggahannya, ia memperlihatkan sejumlah hidangan, termasuk katak dan kura-kura, lalu melontarkan candaan mengenai kualitas makanan yang dicobanya. Komentar itu memicu reaksi negatif di media sosial.

Townsend lantas meminta maaf melalui Instagram. Ia mengakui perkatannya tidak mencerminkan pengalaman positif selama berada di China dan berjanji lebih memahami perbedaan budaya ketika bepergian ke negara lain.

Mengapa Reaksi Publik China Cepat dan Masif

Besarnya pangsa pasar olahraga China menjelaskan mengapa kontroversi semacam ini cepat membesar. Negara itu termasuk produsen sekaligus konsumen produk olahraga terbesar, sehingga atlet dan sponsor punya kepentingan langsung menjaga citra di sana.

Konsekuensi yang dihadapi para atlet pun berbeda-beda. Ada yang langsung meminta maaf setelah mendapat kecaman, sementara lainnya menghadapi penghentian siaran pertandingan atau penghapusan dari gim olahraga.

Dua kasus yang terungkap dalam daftar ini menunjukkan pola serupa: pernyataan singkat di ruang publik atau media sosial cukup untuk memicu gelombang protes, lalu diikuti permintaan maaf resmi dari sang atlet.

Reporter: Sutomo
Sumber: cnnindonesia.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top