Gempa M6,4 Guncang Laut Banda 203 Km Barat Laut Tanimbar, BMKG Pastikan Tidak Berpotensi Tsunami

Penulis: Sutomo  •  Kamis, 29 Oktober 2026 | 09:30:31 WIB
BMKG mencatat gempa M6,4 berpusat di laut 203 km barat laut Tanimbar, Maluku.

TANIMBAR — BMKG mencatat episenter gempa berada pada koordinat 6,34° LS dan 130,48° BT, tepatnya di laut 203 km barat laut Tanimbar, Maluku. Pusat gempa berada di kedalaman menengah yang membuat guncangan terasa hingga permukiman warga di sekitar kepulauan tersebut.

Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Wijayanto memastikan pihaknya langsung menjalankan pemodelan setelah gempa tercatat. Hasilnya, tidak ada ancaman gelombang laut besar yang perlu diwaspadai warga pesisir.

"Hasil pemodelan tsunami menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami," ujar Wijayanto.

Mengapa Gempa Tanimbar Berasal dari Deformasi Dalam Lempeng

Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, BMKG menyimpulkan gempa yang terjadi merupakan jenis gempa bumi menengah. Sumbernya aktivitas deformasi dalam lempeng atau intraslab di Laut Banda, bukan pergerakan sesar dangkal di permukaan.

Karakter gempa intraslab umumnya menghasilkan guncangan yang terasa lebih luas meski pusatnya berada jauh di bawah laut. Di wilayah kepulauan seperti Tanimbar, getaran semacam ini kerap dirasakan warga di beberapa kecamatan sekaligus.

Posisi Episenter Jauh di Laut, Warga Tetap Diminta Tenang

Jarak episenter 203 km dari Tanimbar membuat dampak guncangan di daratan relatif terbatas. BMKG belum melaporkan adanya kerusakan bangunan maupun korban jiwa akibat peristiwa tersebut.

Warga diimbau tetap tenang dan tidak terpengaruh informasi yang belum terverifikasi soal potensi tsunami. BMKG menegaskan satu-satunya rujukan resmi adalah hasil pemodelan yang menyatakan gempa M6,4 ini aman dari ancaman gelombang laut.

Wilayah Laut Banda memang dikenal sebagai zona aktif pertemuan lempeng yang kerap memicu gempa menengah. BMKG terus memantau perkembangan aktivitas seismik di kawasan itu pascagempa dini hari.

Reporter: Sutomo
Sumber: daerah.sindonews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top