MALUKU — Lazio menutup delapan pekan pertama Serie A 2026/2027 dengan 22 poin, hasil dari tujuh kemenangan dan satu imbang, menempel ketat Inter Milan di puncak klasemen. Rekor lima kebobolan menjadi yang terbaik di liga, sementara 16 gol menunjukkan keseimbangan baru di bawah Gennaro Gattuso.
Formasi 4-3-3 yang dipasang Gattuso bukan sekadar angka di papan taktik. Mattia Zaccagni dan Nuno Tavares mengisi sektor kiri dengan agresivitas tinggi, dan distribusi serangan Lazio memang condong ke area itu sepanjang delapan laga pembuka.
Ketimpangan itu disengaja. Gattuso membiarkan sisi kiri menjadi jalur utama penetrasi, sementara lini tengah bekerja sebagai penyeimbang saat Tavares naik meninggalkan posisi bek sayapnya.
Awal musim tanpa kekalahan ini menjadi yang keenam dalam sejarah klub, dan yang pertama sejak 1999/2000. Musim itu berakhir dengan scudetto di tangan Lazio.
Catatan 22 poin dari delapan pertandingan menempatkan I Biancocelesti di peringkat kedua, tepat di bawah Inter Milan sebagai juara bertahan. Selisihnya tipis, dan pekan-pekan berikutnya akan menentukan apakah momentum ini bertahan.
Serie A musim ini juga mencatat sejarah tersendiri. Untuk pertama kalinya, empat tim, Inter Milan, Lazio, AS Roma, dan AC Milan, melewati delapan pertandingan pertama tanpa kekalahan.
Penunjukan Gattuso pada awal musim 2026/2027 terjadi setelah Maurizio Sarri meninggalkan klub akibat hubungan yang memburuk dengan manajemen. Posisi itu bukan tanpa beban.
Reputasi Gattuso sempat tercoreng setelah Italia gagal lolos ke Piala Dunia 2026 usai kalah 4-1 dari Bosnia pada final play-off. Tekanan publik terhadapnya saat itu cukup besar.
Namun pengalaman menangani AC Milan dan Napoli, termasuk gelar Coppa Italia 2019/2020 bersama Napoli, menjadi modalnya membangun pendekatan baru di Lazio. Delapan laga pertama menunjukkan pendekatan itu berjalan.
Keseimbangan antara produktivitas dan soliditas pertahanan menjadi pembeda Lazio musim ini. Lima kebobolan adalah angka paling rendah di liga sejauh ini, dan itu dicapai tanpa mengorbankan daya serang.
Ujian sebenarnya belum datang. Delapan pertandingan pembuka memberi gambaran soal identitas permainan, tetapi konsistensi menghadapi tim papan atas akan menentukan arah Lazio hingga akhir musim.