LANGGUR — Bantahan disampaikan Kace Rahajaan menanggapi informasi yang berkembang di media sosial bahwa Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara tidak memberikan bantuan untuk pelaksanaan Sidang Musyawarah Pimpinan Paripurna (MPP) ke-37 Angkatan Muda Gereja Protestan Maluku (AM-GPM). Menurut Kace, informasi itu keliru dan tidak mencerminkan dukungan yang telah disalurkan untuk menyukseskan agenda keagamaan tersebut.
Dukungan Pemkab Malra di bawah kepemimpinan Bupati Mohammad Thaher Hanubun dan Wakil Bupati diwujudkan melalui sejumlah bentuk, bukan hanya bantuan tunai. Kace merinci, salah satunya pembangunan jalan beraspal hotmix dengan anggaran sekitar Rp 4,2 miliar untuk ruas jalan dari Ohoira menuju Ohoiren.
Selain infrastruktur jalan, pemerintah daerah menyalurkan bantuan hibah melalui bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) sebesar Rp 500 juta. Dana itu digunakan untuk mendukung pelaksanaan kegiatan sidang di Ohoi Ohoira.
Dukungan lainnya mencakup tujuh pekerjaan pembangunan fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK), serta pekerjaan jalan rabat beton di sekitar lokasi kegiatan. Kace menyebut dirinya terlibat langsung dalam proses pengurusan hibah tersebut hingga dana masuk ke rekening penerima.
"Bantuan Rp500 juta melalui Kesra itu saya sendiri yang memproses sampai masuk ke rekening. Jadi, bukan berarti pemerintah daerah tidak memberikan dukungan," ujarnya.
Kace menegaskan perhatian Bupati dan Wakil Bupati tidak terbatas pada Sidang MPP AM-GPM. Selama kurang lebih tiga tahun menjalankan tugas sebagai staf ahli, ia mengaku mengetahui langsung dukungan pemerintah daerah terhadap berbagai kegiatan keagamaan dan tempat-tempat ibadah di Maluku Tenggara.
"Pemerintah daerah sangat mendukung pelaksanaan Sidang MPP ke-37 yang berlangsung di Ohoi Ohoira. Jadi, informasi yang berkembang bahwa pemerintah daerah tidak membantu kegiatan tersebut sangat keliru," tegas Kace.
Ia juga mengingatkan pesan Bupati soal semangat saling membantu tanpa mengharapkan imbalan. Nilai kebersamaan dan gotong royong yang dikenal masyarakat Kei sebagai ain ni ain, kata dia, harus terus dipelihara dalam kehidupan bermasyarakat.
Kace berharap masyarakat tidak mudah mempercayai informasi yang beredar di media sosial tanpa memastikan kebenarannya lebih dulu. Menurutnya, semangat persaudaraan dan dukungan terhadap kegiatan keagamaan di Maluku Tenggara perlu tetap terjaga.
"Harapan Bupati, kita harus saling membantu dan bahu-membahu. Ketika ada pihak yang menghadapi kesulitan atau beban, kita hadir untuk meringankan beban tersebut," tuturnya.