AMBON — Gempa tektonik berkekuatan magnitudo 4,2 tersebut tercatat berada di koordinat perairan Banda Sea, wilayah laut yang memisahkan kepulauan Maluku dari Sulawesi. Laporan pemantauan gempa menempatkan episentrum di utara Pulau Dai dengan jarak 58 kilometer dari garis pantai pulau tersebut.
Kedalaman hiposenter 181 kilometer menempatkan gempa ini dalam kategori kedalaman menengah. Karakteristik itu membuat energi guncangan terserap lapisan batuan sebelum mencapai permukaan.
Gempa dengan kedalaman di atas 100 kilometer umumnya melemahkan intensitas guncangan di permukaan. Warga di sekitar Pulau Dai dan pulau-pulau kecil Maluku tidak melaporkan getaran berarti.
Belum ada laporan kerusakan bangunan, korban jiwa, maupun dampak lain dari peristiwa ini. Wilayah Maluku memang berada di zona pertemuan lempeng yang aktif, sehingga gempa kecil hingga menengah kerap terjadi.
Laut Banda dikenal sebagai salah satu kawasan dengan aktivitas tektonik tinggi di Indonesia. Tumbukan lempeng di kawasan ini rutin memicu gempa, mulai dari skala kecil sampai besar.
Gempa magnitudo 4,2 tergolong peristiwa kecil dan tidak memicu peringatan tsunami. Sistem peringatan dini hanya diaktifkan untuk gempa dengan potensi tsunami.
Warga Maluku diimbau tetap memantau informasi resmi dari BMKG dan tidak terpengaruh kabar yang belum terverifikasi.