AMBON — Pangdam XV/Pattimura menilai keterlibatan ribuan peserta menunjukkan olahraga domino mampu menjadi sarana membangun komunikasi sosial sekaligus memperkuat persaudaraan antarwarga. Kegiatan tersebut berlangsung di Tribun Lapangan Merdeka, Ambon, dan dihadiri sejumlah pejabat instansi terkait.
Hadir dalam acara itu Sekretaris Daerah Provinsi Maluku, Wakil Komandan Kodaeral IX, Ketua Pengurus Provinsi Federasi Olahraga Domino Nasional, serta unsur pimpinan TNI-Polri. Peserta berasal dari dua provinsi, yakni Maluku dan Maluku Utara.
Pangdam XV/Pattimura dalam sambutannya mengapresiasi antusiasme masyarakat yang mengikuti turnamen. Menurutnya, olahraga dapat menjadi ruang untuk menghilangkan sekat-sekat sosial.
"Di sini saatnya kita untuk saling mengenal, saling akrab. Karena dalam olahraga ini tidak ada pangkat dan tidak ada jabatan," ujar Pangdam.
Masyarakat dari berbagai latar belakang, kata dia, dapat berinteraksi dalam suasana kekeluargaan dengan tetap menjunjung sportivitas. Pangdam berharap turnamen tidak berhenti sebagai kompetisi, tetapi mendorong berkembangnya olahraga domino sebagai kegiatan positif yang memperkuat persahabatan dan persatuan.
Wakapolda Maluku Brigjen Pol. Arif Budiman menyebut kegiatan tersebut menjadi momentum penting dalam mempererat hubungan TNI-Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat. Menurutnya, soliditas kedua institusi tidak hanya dibangun melalui pelaksanaan tugas keamanan.
"Momentum HUT TNI ke-81 ini menjadi kesempatan yang sangat baik untuk semakin mempererat soliditas TNI-Polri, pemerintah daerah, dan seluruh elemen masyarakat. Melalui olahraga, kita membangun komunikasi, memperkuat persaudaraan, dan menumbuhkan semangat kebersamaan yang menjadi modal penting dalam menjaga keamanan serta kedamaian di Maluku," kata Arif.
Ia menilai keikutsertaan peserta dari Maluku dan Maluku Utara memperlihatkan olahraga dapat menjadi ruang perjumpaan yang positif bagi masyarakat dari berbagai daerah, suku, agama, dan latar belakang sosial.
Bagi Maluku sebagai wilayah kepulauan dengan keragaman sosial dan budaya, kegiatan yang mempertemukan masyarakat dalam suasana persaudaraan dinilai dapat mendukung penguatan persatuan serta pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat.
"Kami berharap semangat sportivitas dan persaudaraan yang terbangun melalui turnamen ini terus dibawa dalam kehidupan bermasyarakat. TNI-Polri akan senantiasa hadir bersama pemerintah daerah dan seluruh komponen masyarakat untuk menjaga Maluku tetap aman, damai, dan kondusif," katanya.
Kabid Humas Polda Maluku Kombes Pol. Rositah Umasugi secara terpisah mengatakan kehadiran Wakapolda dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk dukungan Polri terhadap kegiatan positif yang digelar TNI bersama masyarakat. Menurut Rositah, sinergitas TNI-Polri juga perlu diwujudkan melalui interaksi langsung dengan masyarakat.
"Sinergitas TNI-Polri bukan hanya tentang kerja sama dalam menjaga keamanan, tetapi juga bagaimana kedua institusi hadir dan membangun kedekatan dengan masyarakat. Turnamen ini menjadi contoh bahwa olahraga dapat menjadi sarana mempererat silaturahmi, menghilangkan sekat-sekat sosial, dan memperkuat persaudaraan," ujarnya.