DLHP Ambon Siapkan 9 Mobil Kecil Angkut Sampah di Kawasan Akses Sempit, TPST Toisapu Rampung Desember 2026

Penulis: Fajar  •  Rabu, 23 September 2026 | 08:31:03 WIB
Kepala DLHP Kota Ambon Apries Gaspersz menyampaikan rencana penambahan sembilan mobil angkut sampah berukuran kecil di Ambon, Selasa.

Dinas Lingkungan Hidup dan Persampahan (DLHP) Kota Ambon menyiapkan sembilan mobil angkut sampah berukuran kecil untuk melayani kawasan yang akses jalannya sulit dijangkau kendaraan besar. Kepala DLHP Kota Ambon Apries Gaspersz menyatakan penambahan armada itu untuk memperluas jangkauan pengangkutan sampah, terutama di wilayah dengan akses terbatas. DLHP juga menargetkan pembangunan Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) Toisapu rampung pada Desember 2026.

AMBON — Kepala DLHP Kota Ambon Apries Gaspersz menyebut penambahan sembilan unit mobil angkut sampah berukuran kecil akan memperluas jangkauan pelayanan persampahan. Armada kecil dibutuhkan karena kendaraan pengangkut berukuran besar tidak bisa masuk ke sejumlah kawasan permukiman. Kebijakan pengadaan itu disampaikan Apries di Ambon, Selasa.

Menurut Apries, kawasan dengan akses jalan sempit selama ini menjadi titik lemah layanan pengangkutan sampah. Warga di wilayah tersebut kerap menunggu lebih lama karena petugas harus memindahkan sampah secara manual ke kendaraan besar di jalan utama.

Mengapa Mobil Kecil Jadi Solusi Kawasan Akses Sempit

Mobil angkut berukuran kecil dirancang menjangkau gang dan jalan lingkungan yang tidak bisa dilewati truk besar. Dengan begitu, proses pengangkutan dari rumah warga ke titik pembuangan tidak lagi bergantung pada pemindahan manual.

Apries menegaskan penambahan kendaraan itu merupakan bagian dari rencana jangka menengah DLHP, bukan pengadaan mendadak. "Jadi ke depan ini pasti ada penambahan mobil angkutan sampah berukuran kecil agar bisa melayani kawasan yang aksesnya sulit," katanya.

TPST Toisapu Ditargetkan Rampung Desember 2026

Selain menambah armada, DLHP Kota Ambon mengejar penyelesaian pembangunan TPST Toisapu pada Desember 2026. Fasilitas itu akan dilengkapi Material Recovery Facility (MRF) dan Refuse Derived Fuel (RDF).

Kehadiran MRF dan RDF membuat sampah tidak hanya ditimbun di tempat pembuangan akhir. Sampah akan dipilah dan diolah menjadi bahan bernilai ekonomis, sehingga volume yang berakhir di TPA bisa ditekan.

"Bulan Desember itu semua sudah rampung terkait dengan TPST di Toisapu yang sekarang dalam proses pembangunan. Di sana nanti ada fasilitas MRF dan RDF," ujar Apries.

Warga Diminta Buang Sampah Sesuai Jadwal Pengangkutan

DLHP meminta warga menaati jadwal pembuangan sampah yang sudah ditetapkan. Sampah yang dibuang setelah petugas melintas akan menumpuk dan berpotensi mencemari lingkungan sekitar.

Apries menyoroti kebiasaan warga yang tetap membuang sampah pada pukul 07.00 padahal pengangkutan pagi sudah selesai. "Kalau misalnya pagi itu petugas sudah angkut, tolong jam 07.00 jangan lagi buang sampah," ujarnya.

Ia berharap setelah sarana dan prasarana persampahan dipenuhi pemerintah, masyarakat turut menaati aturan pembuangan sampah. Dengan begitu, kebersihan Kota Ambon dapat terjaga secara berkelanjutan.

DLHP Kota Ambon belum merinci nilai anggaran pengadaan sembilan mobil kecil tersebut maupun jadwal kedatangannya. Dua hal itu masih menunggu proses lanjutan di internal dinas.

Reporter: Fajar
Sumber: ambon.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top