MALUKU — Shayne Pattynama menerima panggilan susulan ke skuad Timnas Indonesia untuk FIFA ASEAN Cup 2026, setelah namanya absen di daftar awal 23 pemain. Persija Jakarta mengumumkan pemanggilan bek 28 tahun itu pada Senin (21/9/2026), menyusul rilis daftar awal pada Jumat, 19 September 2026.
Pemanggilan Shayne Pattynama melengkapi komposisi lini belakang Timnas Indonesia menjadi 10 pemain. Bek Persija Jakarta itu bergabung dengan Elkan Baggott, Dion Markx, Rizky Ridho, Justin Hubner, Kevin Diks, Nathan Tjoe-A-On, Yakob Sayuri, Dony Tri Pamungkas, dan Dean James.
"Garuda Calling, Shayne," tulis Persija Jakarta dalam unggahan Instagram resminya, mengumumkan pemanggilan tersebut.
Pemanggilan Shayne membuat Persija menjadi salah satu klub penyumbang terbanyak pemain ke timnas. Selain Shayne, Macan Kemayoran mengirim Nadeo Argawinata, Rizky Ridho, Jordi Amat, Dony Tri Pamungkas, dan Rayhan Hannan.
Total enam pemain Persija dipanggil untuk memperkuat Garuda di turnamen yang seluruh pertandingan Grup A-nya digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta.
Panggilan ini tergolong mengejutkan karena Shayne belum sekalipun tampil untuk Persija pada BRI Super League 2026/2027. Dari tiga pertandingan yang sudah dimainkan Macan Kemayoran, namanya tidak masuk skuad karena masih menjalani proses pemulihan cedera.
Penampilan terakhir Shayne terjadi ketika membela Timnas Indonesia dalam Piala AFF 2026 melawan Singapura. Laga yang berlangsung di Stadion Jalan Besar pada 7 Agustus itu berakhir imbang 1-1.
Kondisi kebugaran Shayne menjadi sorotan menjelang turnamen. Pelatih Timnas Indonesia, Herdman, tetap memanggilnya meski bek kelahiran Belanda itu belum mendapat menit bermain kompetitif bersama klubnya musim ini.
Tim Garuda berada satu grup dengan Singapura, Malaysia, dan Bangladesh di Grup A. Sementara Grup B dihuni Thailand, Filipina, Vietnam, dan Pakistan.
Dua tim terbaik dari masing-masing grup akan melanjutkan persaingan untuk memperebutkan gelar. Laga perebutan posisi ketiga dijadwalkan pada 5 Oktober di Stadion Utama Gelora Bung Karno.
Dengan seluruh pertandingan grup berlangsung di Jakarta, Indonesia mengantongi keuntungan bermain di kandang sendiri. Dukungan suporter di Gelora Bung Karno bisa menjadi faktor pembeda dalam persaingan menuju babak gugur.