Personel Bhabinkamtibmas bersama tim Pemadam Kebakaran Kabupaten Seram Bagian Timur dan warga memadamkan kebakaran hutan dan lahan seluas sekitar 2 hektare di Desa Salas, Kecamatan Bula. Api yang diketahui berkobar sekitar pukul 15.20 WIT itu berhasil dilokalisir sebelum menjalar ke permukiman, tanpa korban jiwa maupun laporan kerugian material. Cuaca panas berkepanjangan diduga turut meningkatkan potensi kebakaran, sementara penyebab pasti masih diperiksa petugas.
SERAM BAGIAN TIMUR — Kebakaran yang membakar semak belukar dan lahan terbuka di Desa Salas ditangani lewat respons cepat tiga pihak: Bhabinkamtibmas, tim Damkar, dan masyarakat setempat. Brigpol Wanty Katayane bersama tim Damkar bergerak ke lokasi begitu titik api terdeteksi untuk memadamkan sekaligus melokalisir kobaran agar tidak meluas.
Upaya tersebut berhasil mengendalikan api sehingga tidak menjalar ke wilayah sekitar. Tidak ada warga yang mengungsi, dan hingga penanganan selesai tidak terdapat laporan kerugian material.
Kapolres Seram Bagian Timur AKBP Ricky Pranata Vivaldy menilai kecepatan deteksi dan penanganan di lapangan menentukan apakah api meluas atau bisa dihentikan lebih awal.
"Respons cepat di lapangan sangat penting dalam penanganan Karhutla. Ketika ada titik api, semakin cepat diketahui dan ditangani, semakin besar peluang untuk mencegah api meluas. Kami mengapresiasi sinergi Bhabinkamtibmas, Damkar dan masyarakat yang bersama-sama melakukan pemadaman," kata Ricky melalui keterangan tertulis yang diterima di Ambon.
Menurutnya, kolaborasi personel Bhabinkamtibmas, Damkar, dan warga menjadi faktor penting dalam mencegah kebakaran meluas ke area lain.
Berdasarkan informasi awal di lapangan, cuaca panas dan berkepanjangan diduga turut meningkatkan potensi terjadinya kebakaran. Meski begitu, penyebab pasti kebakaran masih dalam penanganan dan pemeriksaan lebih lanjut.
Setelah api berhasil dipadamkan, situasi di lokasi terpantau aman dan kondusif. Pemantauan tetap dilakukan untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api.
Ricky mengingatkan masyarakat meningkatkan kewaspadaan, terutama di kawasan semak belukar dan lahan terbuka yang mudah terbakar.
"Kami mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran. Apabila menemukan titik api, segera laporkan kepada petugas agar dapat ditangani sedini mungkin," ujarnya.
Polda Maluku turut mengingatkan warga agar tidak melakukan aktivitas yang berpotensi menimbulkan api secara tidak terkendali, serta segera melaporkan bila menemukan titik api di sekitar mereka.