El Nino Godzilla Ancam Karhutla Indonesia, BMKG Prediksi Hingga 2027

Penulis: Fajar  •  Selasa, 15 September 2026 | 14:31:31 WIB
Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menyoroti ancaman karhutla yang dipicu fenomena El Nino kategori sangat kuat.

MALUKU — Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menyoroti ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang salah satu pemicunya adalah fenomena El Nino kategori sangat kuat. Istilah "El Nino Godzilla" dipakai untuk menggambarkan anomali suhu permukaan laut Pasifik ekuator yang melampaui 2° Celsius di atas rata-rata normal.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi kondisi ini berpotensi bertahan hingga awal 2027. Peringatan tersebut muncul di tengah meningkatnya titik panas di sejumlah wilayah Tanah Air.

Apa Itu El Nino Godzilla?

El Nino adalah fenomena pemanasan suhu permukaan laut di Samudra Pasifik ekuator yang berdampak pada musim kemarau Indonesia menjadi lebih panjang dan kering. Julukan "Godzilla" merujuk pada kategori El Nino yang sangat kuat.

Anomali suhu di Pasifik ekuator bagian timur bisa melonjak melampaui 2° Celsius di atas rata-rata normal. Angka itu jauh di atas ambang El Nino moderat yang biasanya berkisar 1–1,5° Celsius.

Siapa yang Pertama Memakai Istilah Ini?

Ahli klimatologi NASA, Bill Patzert, pertama kali melontarkan istilah "El Nino Godzilla" pada 2015. Saat itu ia memproyeksikan potensi El Nino terkuat sejak 1950.

Meski populer di media, BMKG menegaskan istilah ini tidak ada dalam khasanah klimatologi resmi dunia. Lembaga itu menilai penyebutan "Godzilla" cenderung hiperbola dan tidak dipakai dalam klasifikasi ilmiah.

Berapa Lama Fenomena Ini Bertahan?

BMKG memprediksi El Nino kategori sangat kuat ini berpotensi bertahan hingga awal tahun 2027. Rentang waktu itu membuat sejumlah daerah berpotensi mengalami kemarau lebih panjang dari biasanya.

Bagi pelaku sektor pertanian dan pengelola lahan gambut, periode tersebut menjadi jendela kritis untuk mitigasi. Pasokan air dan pola tanam perlu disesuaikan sejak sekarang.

Bukan Pertama Kali Terjadi

El Nino Godzilla pernah melanda Indonesia beberapa kali, dengan dua periode terparah pada 1997–1998 dan 2015–2016. Kedua episode itu memicu kemarau terburuk dalam sejarah Indonesia.

Dampaknya meluas ke sektor kehutanan. Kebakaran hutan dan lahan kala itu menghasilkan kabut asap yang menyeberang ke negara tetangga dan mencekik kawasan Asia Tenggara.

Dampak ke Indonesia

Fenomena ini memperpanjang musim kemarau dan menurunkan curah hujan di banyak wilayah. Kondisi kering itu mempercepat penyebaran titik api di lahan gambut dan hutan.

Pemerintah melalui Kementerian Kehutanan menjadikan peringatan El Nino Godzilla sebagai dasar penguatan patroli dan pemantauan titik panas. Langkah ini menyasar wilayah rawan karhutla seperti Riau, Kalimantan, dan Papua.

Bagi pengguna di kota besar, dampak tidak langsung terasa lewat penurunan kualitas udara saat kabut asap melintas batas provinsi. Pemantauan indeks kualitas udara menjadi relevan selama periode kemarau panjang.

Pemerintah daerah dan BMKG diperkirakan terus memperbarui proyeksi seiring perkembangan anomali suhu Pasifik. Masyarakat diimbau memantau informasi resmi ketimbang mengandalkan istilah populer yang belum tentu mencerminkan klasifikasi ilmiah.

Reporter: Fajar
Sumber: cnnindonesia.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top