AMBON — Rapat pengurus bersama tim perumusan program kerja PODSI Maluku menghasilkan sejumlah agenda pembinaan yang menyasar atlet dayung di seluruh provinsi. Dua program yang paling menonjol adalah kunjungan kerja ke 11 kabupaten/kota dan persiapan Training Center bagi atlet yang diproyeksikan mengikuti Pra PON 2027.
Menurut Ketua Umum PODSI Maluku, Muhammad Ulwan Talaohu, roadshow ke daerah bukan sekadar kunjungan seremonial. Kegiatan itu menjadi sarana menjalin komunikasi dengan pemerintah daerah sekaligus mendorong pembentukan kepengurusan PODSI yang definitif di seluruh wilayah Maluku.
PODSI Maluku menilai pemetaan potensi atlet tidak bisa dilakukan dari balik meja. Kunjungan langsung ke daerah dianggap cara paling efektif untuk melihat bakat yang selama ini belum tersentuh pembinaan.
"Kunjungan ke daerah penting dilakukan untuk melihat langsung potensi atlet yang dapat dikembangkan dan diharapkan mampu memperluas basis atlet dayung dan menghasilkan talenta yang siap bersaing," kata Talaohu.
Roadshow juga menyasar aspek kelembagaan. Sejumlah daerah belum memiliki kepengurusan PODSI yang definitif, sehingga pembinaan atlet di tingkat kabupaten/kota kerap berjalan tanpa koordinasi dengan pengprov.
Program kedua yang dibahas adalah percepatan Training Center bagi atlet yang diproyeksikan masuk skuad Pra PON 2027. PODSI Maluku ingin atlet memiliki durasi latihan lebih panjang dibanding siklus persiapan sebelumnya.
"TC lebih awal ini guna menyiapkan atlet dengan lebih baik lagi dari tahun-tahun sebelumnya," ujar Muhammad Ulwan Talaohu.
Langkah ini diambil agar atlet tidak lagi menjalani persiapan yang mepet dengan jadwal kualifikasi. Dengan waktu latihan yang lebih longgar, pembinaan teknik dan fisik bisa dilakukan bertahap.
Untuk mematangkan program, PODSI Maluku bersama Satuan Tugas akan menggelar rapat koordinasi khusus dengan para pelatih. Koordinasi melibatkan pelatih yang berada di Maluku maupun pelatih yang bertugas di Pelatnas.
Forum itu akan menentukan pola latihan dan kebutuhan atlet selama menjalani TC. Pelatih Pelatnas dilibatkan agar standar pembinaan di daerah selaras dengan kebutuhan tim nasional.
Seluruh program kerja yang dibahas merupakan tindak lanjut dari rapat kerja PODSI Maluku saat pelantikan kepengurusan beberapa bulan lalu. Pengurus menargetkan pelaksanaan program secara bertahap dapat memperkuat pembinaan atlet dan meningkatkan kesiapan kontingen Maluku menuju Pra PON 2027.