MALUKU — Pertemuan Persija vs Persib di pekan kedua Super League 2026/2027 bukan sekadar duel klasik. Bagi Jakmania, ini momen pembuktian bahwa Jakarta masih layak menjadi kandang mereka. Selama ini, laga kandang melawan Persib selalu digelar di luar Jakarta — Bekasi, Solo, bahkan Samarinda musim lalu.
Stadion Utama Gelora Bung Karno menjadi venue pertemuan pertama Persija dan Persib di Jakarta sejak tujuh tahun terakhir. Situasi ini muncul bukan tanpa sebab. Kepercayaan pihak berwenang sempat hilang, dan Persija harus menerima kenyataan bermain "kandang" di kota lain.
Aditya menyebut laga Sabtu nanti sebagai penentu apakah Persija bisa kembali rutin bermain di Jakarta atau justru kembali terusir.
Dalam pernyataannya, Aditya menegaskan bahwa kepercayaan yang diberikan kepada Jakmania tidak datang gratis. Ia meminta seluruh anggota suporter menyadari besarnya taruhan di balik laga ini.
"Saya sudah sampaikan ke teman-teman, ini adalah sebuah kepercayaan yang sangat mahal. Maka harus kita jaga dan kita harus buktikan bahwa The Jakmania ini memang benar-benar pantas untuk selalu bisa bermain di Jakarta. Kebetulan, ini pertandingan pertama lawan Persib, dan bisa menjadi sebuah pembuktian," kata Aditya.
"Kalau ini berhasil, kita akan selalu main di Jakarta bertahun-tahun sampai kapan pun. Tapi kalau misalkan memang gagal, ya kita akan terusir dan goodbye istilahnya dari Jakarta. Jadi ini adalah sebuah pertaruhan," ujar Aditya menambahkan.
Aditya tidak hanya berbicara soal sikap di stadion. Ia meminta setiap Korwil Jakmania mengawal anggotanya sejak perjalanan menuju GBK hingga kembali ke rumah. Pengamanan berlapis dari komunitas sendiri dianggap lebih efektif ketimbang mengandalkan aparat semata.
Ia juga menyoroti potensi provokasi di media sosial yang bisa merembet ke dunia nyata. Pesan itu sudah disampaikan jauh sebelum tim diluncurkan.
"Saya juga sudah minta dari jauh-jauh hari, bahkan dari sebelum launching tim, untuk menjaga sikap di sosial media. Kita hanya fokus untuk Persija sendiri."
"Bagaimana caranya kita memberikan energi positif untuk Persija dan InsyaAllah usaha kita bisa tercapai dan bisa melihat Persija besok main lawan Persib di Jakarta dan InsyaAllah bisa raih kemenangan," tutur Aditya.
Konsekuensi yang disebut Aditya bukan ancaman kosong. Persija sudah merasakan bermain di luar Jakarta selama bertahun-tahun, termasuk ke Samarinda musim lalu. Jika laga Sabtu berjalan ricuh, bukan tidak mungkin siklus itu terulang musim depan.
Bagi Jakmania, laga melawan Persib di GBK adalah kesempatan emas membalik narasi. Sukses menggelar pertandingan aman dan tertib akan memperkuat posisi Persija sebagai tuan rumah tetap di ibu kota.