MALUKU — Project Manager IFRA, Mega Khorani, menyatakan target transaksi tersebut diharapkan tercapai selama tiga hari penyelenggaraan pameran secara luring. "IFRA dilaksanakan secara luring selama tiga hari, kami menargetkan Rp 3,5 miliar untuk kesepakatan bisnisnya," kata Mega dalam konferensi pers Pre-Event The 25th IFRA 2026 di Jakarta, Kamis (20/8).
Selain pameran fisik, penyelenggara menyediakan kanal transaksi waralaba secara daring melalui laman resmi IFRA. Platform ini akan aktif mulai Agustus hingga Desember 2026 dan dapat diakses selama 24 jam penuh.
Melalui situs tersebut, masyarakat dapat mengakses informasi lengkap dan kontak pengelola waralaba terkait. "Jadi bisa langsung bertanya dan menjalin kesepakatan di dalamnya juga," ujar Mega.
Presiden Direktur Dyandra Promosindo, Daswar Marpaung, mengungkapkan IFRA 2026 mengusung tema 'The Empowering of Growth: Ethical Franchising'. Tema ini dipilih sebagai wujud komitmen penyelenggara mendukung standardisasi usaha yang aman, legal, dan transparan dalam ekosistem bisnis nasional.
"Tahun ini kami menargetkan lebih dari 30.000 pengunjung secara hybrid, baik yang datang ke ICE BSD maupun yang online. Acara ini dimeriahkan oleh 250 merek yang siap untuk tampil di IFRA 2024 ini," kata Daswar dalam kesempatan yang sama.
Daswar menilai bisnis waralaba tetap relevan untuk jangka panjang di tengah dinamika ekonomi. Pihaknya akan memfokuskan diri pada kegiatan promosi dan pengembangan industri perdagangan dalam negeri melalui ajang pameran ini.
Bagi calon investor dan pelaku usaha, pameran ini menjadi kesempatan untuk menjajaki peluang kemitraan dengan merek-merek yang telah memiliki sistem bisnis teruji. Kehadiran kanal daring juga memungkinkan negosiasi dilakukan tanpa hambatan geografis, membuka akses lebih luas bagi pengusaha di luar Jabodetabek.
Dengan target transaksi yang signifikan dan jumlah peserta yang besar, IFRA 2026 diharapkan dapat menjadi katalis pertumbuhan sektor waralaba nasional serta mendorong penciptaan lapangan kerja baru.