Review Hyundai Venue 2026: SUV Subkompak yang Jujur, Tapi Kompromi di Mesin dan Kabin

Penulis: Fajar  •  Kamis, 20 Agustus 2026 | 11:40:31 WIB
Warga mengamati unit Hyundai Venue 2026 yang dipajang di sebuah ruang pamer kendaraan di Maluku.

MALUKU — Hyundai Venue 2026 hadir di tengah pasar otomotif yang mulai merindukan kendaraan sederhana. SUV subkompak ini bertahan sejak 2020 dengan pembaruan berkala. Uji terbaru dari Car and Driver menunjukkan bahwa Venue bukan mobil penuh kejutan, melainkan kendaraan yang fokus pada fungsi dasar: membawa Anda dari titik A ke B tanpa drama finansial berarti.

Di pasar Indonesia, Venue bersaing langsung dengan Toyota Raize dan Daihatsu Rocky. Namun, pendekatan Hyundai berbeda — mereka memangkas varian Limited dan menjadikan SEL sebagai tipe tertinggi dengan tambahan kursi berpemanas dan pengisian daya nirkabel. Hasilnya, varian teratas ini tetap berada di bawah angka psikologis yang membuatnya menarik bagi pembeli pertama.

Mesin 1.6 Liter: Irit BBM tapi Suaranya Mengganggu

Semua varian Venue mengandalkan mesin 1.6 liter naturally aspirated yang menghasilkan 121 tenaga kuda dan torsi 113 lb-ft. Tenaga ini disalurkan ke roda depan melalui CVT, tanpa opsi all-wheel drive. Di atas kertas, angka ini memang tidak impresif, dan di jalan raya pun demikian.

Hasil tes akselerasi 0-60 mph (0-96 km/jam) membutuhkan waktu 8,7 detik — lebih lambat 0,2 detik dibandingkan Chevy Trax. Namun, yang lebih mencolok adalah kebisingannya. Mikrofon penguji merekam tingkat kebisingan 82 desibel saat pedal gas diinjak penuh, angka yang 10 desibel lebih tinggi dari Trax. Suara mesinnya terdengar seperti mengerang bersama Anda saat mobil kesulitan menambah kecepatan di atas 120 km/jam.

Kabar baiknya, efisiensi bahan bakarnya cukup lumayan. EPA mencatat konsumsi 29 mpg (sekitar 12,3 km/L) di perkotaan, 33 mpg (14 km/L) di jalan tol, dan 31 mpg (13,2 km/L) untuk kombinasi. Dalam uji jalan tol 75 mph (120 km/jam) ala Car and Driver, Venue bahkan mencatatkan 34 mpg (14,5 km/L) — sedikit lebih baik dari klaim resmi.

Handling dan Transmisi: CVT yang Terasa Lamban

Di atas kertas, transmisi CVT seharusnya memberikan perpindahan halus. Kenyataannya, transmisi ini terasa seperti harus mengatasi beban besar sebelum mobil benar-benar bergerak maju. Setiap kali berhenti di lampu merah, Anda akan merasakan sentakan yang tidak nyaman saat mulai melaju.

Handling-nya pun tidak dirancang untuk diajak bermanuver agresif. Ban depan mudah kehilangan traksi saat akselerasi keras, dan skidpad hanya menghasilkan 0,81g — sedikit di bawah Trax. Untuk pengemudi di daerah bersalju, Venue masih punya satu keunggulan: handbrake manual gaya lama yang memungkinkan Anda bermain seluncuran di parkiran kosong. Bukan fitur yang tercantum di brosur, tapi tetap menyenangkan.

Kabin dan Ruang: Material Keras, Ruang Terbatas

Masuk ke dalam kabin, Anda akan langsung menyadari filosofi penghematan biaya Hyundai. Hampir semua titik sentuh terbuat dari plastik keras, kecuali setir berbalut kulit pada varian SEL. Headliner-nya bahkan terlihat seperti bahan karton bekas — jauh dari kesan premium.

Duduk di baris kedua dengan pengemudi setinggi 180 cm, lutut Anda akan menekan keras ke jok depan. Ruang kepala dan bahu masih cukup lega, tapi ruang kaki jelas menjadi kelemahan. Bagasi belakang juga pas-pasan: cukup untuk koper satu orang untuk perjalanan seminggu, dan hampir tidak ada ruang tersisa.

Beberapa detail kecil yang patut diapresiasi: adanya tray tambahan di atas glovebox, dua port USB-C di baris kedua, dan dukungan wireless Apple CarPlay serta Android Auto di layar sentuh 8,0 inci. Namun, cup holder tanpa pengunci membuat kaleng minuman tipis mudah goyah, dan barang-barang di kompartemen tanpa lapisan akan bergetar saat mobil melaju.

Fitur Keselamatan: Standar Lengkap di Semua Varian

Meski tampil sederhana, Venue tidak pelit soal keselamatan. Semua varian sudah dilengkapi dengan berbagai fitur keselamatan aktif dan pasif, termasuk lampu otomatis dan sistem bantuan pengemudi. Varian SEL menambahkan monitoring blind-spot, keyless entry proximity, dan rem cakram belakang — peningkatan signifikan dari rem tromol di varian dasar.

Untuk pengereman, jarak berhenti dari 70 mph (112 km/jam) tercatat 172 kaki (52,4 meter), sedikit lebih baik dari Trax yang membutuhkan 175 kaki (53,3 meter). Angka ini masih dalam kategori wajar untuk kelasnya, meski tidak ada yang istimewa.

Kesimpulan: Untuk Siapa Venue 2026?

Hyundai Venue 2026 adalah mobil yang jujur tentang apa adanya. Ia tidak mencoba menjadi Mazda CX-30 yang lincah, tidak seekonomis Kia Niro Hybrid, dan tidak sekaya fitur Kia Seltos. Venue adalah pilihan bagi mereka yang menginginkan mobil baru dengan garansi pabrikan, fitur keselamatan lengkap, dan harga yang tidak membuat dompet menjerit.

Kelebihan:

  • Harga terjangkau untuk SUV baru dengan fitur keselamatan lengkap
  • Konsumsi BBM efisien, terutama di jalan tol
  • Wireless Apple CarPlay dan Android Auto standar di semua varian
  • Handbrake manual yang berguna untuk pengendara di daerah bersalju

Kekurangan:

  • Mesin berisik, terutama saat akselerasi atau di kecepatan tinggi
  • CVT terasa lamban dan menghasilkan sentakan saat start
  • Material kabin didominasi plastik keras berkualitas rendah
  • Ruang kaki belakang sempit untuk penumpang dewasa
  • Performa di bawah rata-rata kelasnya

Venue 2026 paling cocok untuk pembeli yang memprioritaskan biaya kepemilikan rendah dan fitur keselamatan standar, tanpa menuntut performa atau kemewahan kabin. Jika Anda sering membawa penumpang di kursi belakang atau butuh tenaga ekstra untuk menyalip di tol, ada alternatif yang lebih baik di kelas yang sama. Namun, untuk penggunaan harian di perkotaan dengan dominasi rute pendek, Venue adalah pilihan yang masuk akal — asalkan Anda siap menerima komprominya.

Reporter: Fajar
Sumber: caranddriver.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top