MALUKU — Spekulasi kepindahan ini mencuat di tengah situasi yang kurang ideal bagi Gyokeres di Emirates Stadium. Sempat direkrut dengan mahar dilaporkan mencapai £55 juta plus bonus £8,5 juta dari Sporting CP pada musim panas lalu, penyerang berusia 27 tahun itu kini terancam tersingkir dari rencana jangka panjang The Gunners.
Kabar ini pertama kali dihembuskan oleh media Spanyol, El Chiringuito, dan kemudian diperkuat oleh pakar transfer Eropa, Fabrizio Romano. Menurut laporan tersebut, Barcelona belum mengirimkan tawaran resmi, namun negosiasi berpotensi memanas dalam dua pekan ke depan. Jendela transfer Inggris dan Spanyol akan resmi ditutup pada Selasa (1/9) pukul 23.00 waktu setempat.
Persaingan ketat di lini depan menjadi akar masalah utama. Sejak Kai Havertz pulih penuh dari cedera pada Maret lalu, Gyokeres lebih sering menghangatkan bangku cadangan. Padahal, ia sempat menemukan konsistensi mencetak gol sebelum kehilangan posisi starter.
Mikel Arteta secara konsisten memilih Havertz di laga-laga krusial. Keputusan itu terbukti tepat ketika gelandang asal Jerman tersebut mencetak gol dalam laga penentu gelar melawan Manchester City pada April lalu. Havertz kembali menjadi pahlawan di final Liga Champions kontra PSG dengan membuka keunggulan, sementara Gyokeres hanya diberi kesempatan bermain sejak menit ke-66.
Pilihan pelatih asal Spanyol itu kembali ditegaskan pada laga Community Shield akhir pekan kemarin. Havertz kembali dipercaya menjadi ujung tombak utama, mempertegas statusnya sebagai striker pilihan pertama Arsenal.
Alih-alih memanfaatkan momen pramusim untuk mencuri perhatian, Gyokeres justru menuai kritik. Sentuhan pertama dan penyelesaian akhirnya yang buruk dalam beberapa laga uji coba pasca Piala Dunia menjadi sorotan tajam para pengamat dan suporter.
Kondisi ini kontras dengan ekspektasi besar yang disematkan kepada Gyokeres saat didatangkan. Banyak pendukung Arsenal mendesak manajemen merekrut penyerang tengah dengan profil seperti dirinya, terutama setelah performa lini depan yang melempem di musim 2024/25—faktor yang membuat tim finis sebagai runner-up Premier League tiga kali beruntun.
Di kubu Barcelona, kebutuhan akan penyerang anyar menjadi prioritas. Upaya mereka untuk memboyong Julian Alvarez dari Atletico Madrid menemui jalan buntu, memaksa klub Catalan tersebut melirik target lain.
Gyokeres dinilai sebagai opsi yang realistis. Dengan kontraknya di Arsenal yang masih tersisa empat tahun, Barcelona harus bernegosiasi dengan posisi tawar yang tidak mudah. Namun, keinginan pemain untuk mendapatkan menit bermain reguler bisa menjadi faktor penentu yang mempercepat proses transfer ini.