SERAM BAGIAN BARAT — Tiga Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPQ) di Dusun Saluku kini memiliki fasilitas belajar lebih memadai setelah menerima bantuan 32 mushaf Al-Qur'an. Bantuan tersebut merupakan hasil sinergi LAZNAS BMH Perwakilan Maluku dengan Himpunan Mahasiswa Program (HMP) Tadris Bahasa Indonesia UIN AM Sangadji Ambon.
Ratusan santri di wilayah pelosok ini akan merasakan manfaat langsung dari penyaluran yang merupakan bagian dari program nasional Tebar Sejuta Al-Qur'an sekaligus agenda Pengabdian Masyarakat tersebut.
Rincian penerima bantuan meliputi TPQ Nurul Ilham dengan 42 santri, TPQ Nurun Nisa dengan 28 santri, dan TPQ Al-Anshor dengan 15 santri. Sebagian mushaf juga diserahkan untuk menunjang kegiatan ibadah di Masjid Nurul Huda.
Kepala Perwakilan BMH Maluku, Supriyanto, menyampaikan bahwa kolaborasi ini merupakan wujud nyata kepedulian terhadap pendidikan keagamaan di daerah terpencil. Pihaknya berharap keterbatasan sarana tidak lagi menjadi penghambat bagi anak-anak untuk mendalami nilai-nilai Al-Qur'an.
"Keterbatasan sarana diharapkan tidak lagi menjadi hambatan bagi anak-anak untuk mendalami dan mengamalkan nilai-nilai Al-Qur'an," ujarnya.
Pemerintah Dusun Saluku menyambut baik inisiatif yang menjangkau komunitas mereka ini. Perhatian dari lembaga filantropi dan kalangan akademisi dinilai memberikan semangat baru bagi para pengajar dan santri di wilayah tersebut.
"Kami sangat bersyukur. Bantuan Al-Qur'an ini memberikan motivasi baru bagi para guru dan santri untuk lebih giat belajar mengaji," ungkap Kepala Dusun Saluku.
Melalui kolaborasi ini, BMH Maluku dan HMP Tadris Bahasa Indonesia UIN AM Sangadji berharap dapat menginspirasi lebih banyak elemen masyarakat untuk berperan aktif dalam bidang pendidikan dan dakwah. Sinergi antara lembaga sosial dan perguruan tinggi ini diharapkan menjadi model kolaborasi yang berkelanjutan untuk kepedulian sosial di Maluku.