Fakultas Kedokteran Unpatti Susun Renstra 2026–2030, Targetkan Perluasan Rumah Sakit Pendidikan Atasi Masa Tunggu Stase Klinik

Penulis: Fajar  •  Rabu, 05 Agustus 2026 | 12:21:01 WIB
Rapat kerja penyusunan Renstra Fakultas Kedokteran Unpatti 2026–2030 digelar di Ambon, Kamis (30/7/2026).

AMBON — Rapat kerja penyusunan Rencana Strategis (Renstra) Fakultas Kedokteran Universitas Pattimura (Unpatti) 2026–2030 berlangsung di Zest Hotel Ambon, Kamis (30/7/2026). Forum ini dihadiri Rektor Unpatti Prof. Dr. Fredy Leiwakabessy, M.Pd., jajaran pimpinan universitas, dekanat, serta perwakilan dinas kesehatan, rumah sakit, organisasi profesi, alumni, dosen, mahasiswa, dan mitra fakultas.

Rektor Unpatti menyebut penyusunan renstra kali ini bukan sekadar agenda administratif, melainkan momentum untuk menjawab tantangan kompetitif pendidikan kedokteran nasional. Ia menekankan bahwa kebijakan pemerintah menambah jumlah fakultas kedokteran harus dibarengi dengan jaminan mutu lulusan.

"Pertanyaan besar bagi kita bukan hanya bagaimana meningkatkan produktivitas lulusan, tetapi bagaimana menjamin kualitas lulusan yang dihasilkan. Kualitas lulusan ditentukan oleh kualitas input mahasiswa, proses pembelajaran, sarana dan prasarana, tata kelola, hingga outcome dan dampaknya bagi masyarakat," ujar Prof. Fredy.

Kapasitas 150 Mahasiswa, Realita 200 Orang per Tahun

Prof. Fredy mengungkapkan, minat masyarakat terhadap FK Unpatti lima tahun terakhir melampaui daya tampung ideal. Kapasitas penerimaan yang direncanakan sekitar 150 orang per tahun, namun realisasinya mencapai 175 hingga 200 mahasiswa baru setiap tahun.

Kondisi ini berdampak langsung pada pendidikan profesi. Keterbatasan rumah sakit pendidikan, stase klinik, dan jumlah dokter spesialis pembimbing membuat masa tunggu mahasiswa untuk mengikuti pendidikan profesi menjadi lebih panjang.

Rural Clinical School: Strategi Baru Pendidikan Klinik di Kepulauan

Dekan FK Unpatti, dr. Farah Christina Noya, memaparkan program penguatan Academic Health System berbasis kepulauan. Salah satu andalannya adalah pengembangan Rural Clinical School, yang dirancang memberi pengalaman klinik di rumah sakit daerah dan puskesmas kabupaten/kota.

Model ini diharapkan membuat mahasiswa lebih siap mengabdi di wilayah kepulauan. "Kami berharap pemerintah daerah dapat memperkuat kerja sama melalui penyediaan rumah sakit daerah sebagai wahana pendidikan klinik serta memberikan kesempatan kepada putra-putri terbaik daerah untuk menempuh pendidikan dokter, dokter gigi, maupun dokter spesialis di Universitas Pattimura," kata dr. Farah.

Ia menambahkan, lulusan yang berasal dari daerah memiliki peluang lebih besar untuk kembali mengabdi dan membangun daerah asalnya.

Evaluasi Lulusan: Jawaban atas Kebutuhan Tenaga Kesehatan Maluku

Forum ini juga menjadi ajang evaluasi terhadap kontribusi lulusan FK Unpatti sebagai satu-satunya fakultas kedokteran negeri di Maluku. Sebagian besar dokter yang bertugas di rumah sakit dan puskesmas kabupaten/kota di provinsi ini merupakan produk dari fakultas tersebut.

FGD diawali pemaparan draf renstra oleh Ketua Tim Penyusun, kemudian dilanjutkan diskusi interaktif. Seluruh rekomendasi yang dihasilkan akan menjadi bahan penyempurnaan dokumen sebelum ditetapkan sebagai rencana strategis lima tahunan fakultas.

Di akhir kegiatan, Ketua Tim Penyusun menyerahkan draf renstra kepada Dekan FK Unpatti sebagai bagian dari proses finalisasi dokumen perencanaan tersebut.

Reporter: Fajar
Sumber: terasmaluku.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top