MALUKU — Pameran Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 yang berlangsung di ICE BSD City, Tangerang, pada 30 Juli hingga 9 Agustus mendatang, tidak hanya dipenuhi kendaraan listrik premium. Sejumlah pabrikan justru memilih segmen harga terjangkau sebagai senjata utama untuk menarik konsumen baru yang ingin beralih ke kendaraan bebas emisi.
Berdasarkan pantauan ANTARA di lokasi pameran, Senin, ada empat model listrik yang dipasarkan di bawah Rp200 juta. Kehadiran mereka menunjukkan bahwa biaya kepemilikan kendaraan listrik kini mulai sebanding dengan mobil konvensional sekelas LCGC.
Wuling Aira EV menjadi kejutan di GIIAS 2026. Mobil listrik perkotaan bermuatan empat pintu ini dibanderol mulai Rp155 juta untuk varian Standard Range, dan Rp175 juta untuk varian Long Range.
Dengan selisih Rp20 juta, konsumen bisa mendapatkan tambahan hampir 100 km jangkauan. Angka ini relevan untuk pengguna harian yang menempuh jarak 40-50 km per hari di dalam kota.
VinFast VF3 hadir dengan proporsi bodi boxy yang ringkas—panjang 3.190 mm, lebar 1.679 mm, dan tinggi 1.652 mm. Mobil ini diklaim mampu menempuh 215 km berdasarkan metode pengujian NEDC dalam kondisi baterai penuh.
Soal pengisian daya, VF3 sudah mendukung fast charging berstandar CCS2-DC. Dari kapasitas 10 persen hingga 70 persen, waktu yang dibutuhkan hanya sekitar 36 menit.
Strategi harga VinFast cukup unik. Jika membeli mobil sekaligus baterai, konsumen harus merogoh kocek Rp230 juta. Namun, ada opsi skema langganan baterai (subscription) yang membuat harga mobil turun menjadi mulai Rp156 juta.
BYD Atto 1 menjadi model paling murah di lini BYD Indonesia. Hatchback listrik ini menggendong baterai 30,08 kWh dengan tenaga 55 kW dan torsi 135 Nm. Jarak tempuhnya mencapai 300 km berdasarkan siklus NEDC.
Varian Standard dipasarkan dengan harga Rp199 juta—tepat di bawah batas Rp200 juta. Sementara varian Dynamic dilego Rp205 juta, dan tipe Premium Rp245 juta.
Changan Lumin, city car asal Tiongkok, juga turut dipajang di GIIAS 2026. Mobil ini mampu menempuh sekitar 300 km (NEDC) dalam sekali pengisian baterai.
Harga Changan Lumin kini berada di angka Rp222 juta, naik dari kisaran Rp170 jutaan saat debut resminya pada Februari lalu. Meski sudah melewati batas Rp200 juta, model ini masih masuk daftar karena selisihnya yang tidak terlalu jauh.
Di atas Rp200 juta, GIIAS 2026 juga memperkenalkan Geely EX2 Pro dan Chery Q yang sama-sama dibanderol mulai Rp239,9 juta. Berbagai SUV dan MPV listrik dari merek China, Jepang, hingga Eropa juga menyasar segmen lebih tinggi.
Dominasi kendaraan listrik di kategori harga bawah ini menjadi sinyal bahwa produsen serius menangkap pasar konsumen pertama kali. Biaya kepemilikan yang lebih efisien—mulai dari biaya pengisian hingga perawatan—menjadi daya tarik utama yang coba dirayu kepada calon pembeli.
Persaingan ini diperkirakan akan semakin ketat seiring bertambahnya model baru yang diluncurkan sepanjang GIIAS 2026. Konsumen yang menunggu momen tepat untuk beralih ke kendaraan listrik kini punya lebih banyak opsi dengan harga yang masuk akal.