AMBON — Wali Kota Ambon Bodewin Melkias Wattimena menyerahkan bantuan sarana perikanan kepada Kelompok Usaha Bersama (KUB), nelayan, dan pembudidaya ikan di kawasan bawah Jembatan Merah Putih, Desa Galala, Selasa (28/7/2026). Langkah ini diambil pemerintah kota untuk memperkuat ekonomi masyarakat pesisir yang selama ini bergantung pada hasil laut.
Bantuan tersebut disalurkan sebagai modal produktif, bukan sekadar bantuan sosial. Bodewin menegaskan bahwa setiap sarana yang diberikan harus digunakan sesuai peruntukan agar berdampak langsung pada peningkatan pendapatan nelayan.
“Tugas utama pemerintah adalah meningkatkan kesejahteraan lewat pemberdayaan. Bantuan ini diberikan agar usaha nelayan dan pembudidaya makin kuat, pendapatan naik, dan secara bertahap mampu keluar dari kemiskinan,” ujar Bodewin dalam sambutannya.
Pemerintah kota berharap bantuan ini mampu menambah hasil tangkapan dan memperkuat usaha budidaya ikan di wilayah pesisir Ambon. Sektor perikanan ditargetkan menjadi salah satu penopang utama perekonomian daerah.
Pemilihan lokasi penyerahan di kawasan bawah Jembatan Merah Putih bukan tanpa alasan. Wilayah tersebut merupakan salah satu sentra aktivitas nelayan di Kota Ambon yang menghubungkan pesisir Galala dengan pusat kota.
Bantuan yang disalurkan mencakup berbagai sarana penangkapan dan budidaya, meskipun pemerintah kota belum merinci jumlah pasti penerima maupun nilai total bantuan. Program ini merupakan lanjutan dari komitmen Pemkot Ambon dalam memberdayakan masyarakat pesisir secara berkelanjutan.
Bodewin menekankan bahwa pemberdayaan nelayan adalah salah satu cara paling efektif menekan angka kemiskinan di kota berpenduduk sekitar 350 ribu jiwa ini. Sebagian besar warga pesisir Ambon masih bergantung pada hasil laut yang fluktuatif.
“Sarana perikanan yang diterima harus mampu meningkatkan hasil tangkapan nelayan, memperkuat usaha budidaya ikan, serta menjadikan sektor perikanan sebagai salah satu penopang utama perekonomian Kota Ambon,” kata Bodewin.
Pemerintah kota berencana melakukan evaluasi berkala terhadap pemanfaatan bantuan ini. Nelayan yang terbukti produktif akan diprioritaskan dalam program pendampingan dan bantuan lanjutan.