MALUKU — JAKARTA — Materi presentasi internal Chery Indonesia yang beredar menjelang GIIAS 2026 menunjukkan tiga siluet mobil dengan keterangan “tiga produk baru” akan diperkenalkan. Satu nama sudah diumumkan: Chery Q. Dua sisanya masih diselimuti misteri, tapi jejak digital dan panggung global memberi petunjuk jelas.
Kandidat terkuat adalah Chery J6T REEV, mobil yang sebelumnya sudah meluncur di Thailand. Bukan sekadar SUV listrik biasa, J6T mengusung teknologi Range Extended Electric Vehicle (REEV) — motor listrik sebagai penggerak utama, sementara mesin bensin 1.500 cc turbo hanya bertugas sebagai generator pengisi baterai.
Mesin bensinnya menghasilkan 154 Tk dan torsi 220 Nm, tapi tidak pernah menyentuh roda. Tenaga ke roda murni dari motor listrik. Chery menawarkan dua varian penggerak:
Kedua varian dibatasi secara elektronik di kecepatan 160 km/jam. Baterai LFP 33,6 kWh buatan CATL menjadi sumber energi utama.
Kandidat lain yang tak kalah menarik adalah Chery Himla, pikap kabin ganda yang melakukan debut global di Auto Shanghai 2025. Jika benar dibawa ke Indonesia, ini akan menjadi langkah pertama Chery masuk ke segmen yang selama ini dikuasai Ford Ranger, Toyota Hilux, Mitsubishi Triton, dan Isuzu D-Max.
Himla dirancang dengan DNA off-road yang lebih modern dibanding kompetitornya. Belum ada konfirmasi spesifikasi untuk pasar Indonesia, namun secara global pikap ini mengusung sasis ladder frame dan opsi powertrain hybrid.
CSI belum memberikan pernyataan resmi soal identitas dua model misterius tersebut. Kepastian baru akan keluar saat GIIAS 2026 resmi dibuka. Namun, strategi menahan informasi ini lazim dilakukan pabrikan untuk membangun antisipasi dan menjaga efek kejutan di hari pembukaan pameran.
Dari tiga model yang dijanjikan, Chery Q adalah satu-satunya yang sudah diperkenalkan ke publik. Dua lainnya—J6T REEV dan Himla—memiliki momentum global yang kuat. Tinggal menunggu konfirmasi resmi dari Chery Indonesia apakah keduanya benar-benar mendarat di Tanah Air.