MALUKU — Warga setempat mencurigai adanya gundukan tanah mencurigakan di halaman belakang rumah korban. Setelah dilakukan penggalian, mereka menemukan jasad Gatot dalam posisi terkubur. Polisi langsung mengamankan lokasi dan memulai penyelidikan atas dugaan pembunuhan.
Menurut keterangan warga, pada Senin (13/7/2026) malam, terdengar suara keributan dari rumah Gatot. Tak ada yang berani mendekat lantaran mengira itu persoalan rumah tangga. Sejak malam itu, korban tak pernah terlihat lagi.
Anak perempuan korban sempat mengatakan bahwa ayahnya sedang pergi ke luar kota. Namun, setelah dua hari tak kunjung pulang, kecurigaan warga semakin kuat. Mereka berinisiatif memeriksa rumah dan menyisir area sekitar hingga akhirnya menemukan gundukan tanah yang mencurigakan.
Polres Nganjuk masih mendalami motif di balik peristiwa ini. Salah satu dugaan awal yang berkembang adalah perampokan, namun belum ada barang berharga yang dikonfirmasi hilang. Polisi juga masih memeriksa sejumlah saksi, termasuk anak korban yang sempat memberikan keterangan tentang keberadaan ayahnya.
Hingga berita ini diturunkan, jenazah Gatot telah dibawa ke rumah sakit setempat untuk menjalani autopsi. Hasil pemeriksaan medis diharapkan dapat mengungkap penyebab pasti kematian dan luka-luka yang mungkin menjadi petunjuk penting bagi penyidik.
Suasana di Desa Kaloran masih diliputi ketegangan. Warga berharap polisi dapat segera menangkap pelaku dan mengungkap motif pembunuhan ini. "Kami semua kaget, apalagi kejadiannya di siang bolong dan di rumah sendiri," ujar seorang warga yang enggan disebutkan namanya.
Polisi mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan menyerahkan proses hukum kepada aparat. Mereka juga meminta siapa pun yang memiliki informasi terkait peristiwa ini untuk segera melapor ke kantor polisi terdekat.