Jeep Batal Jual Recon EV dan Wagoneer S di Eropa, Gantinya Tiga SUV Baru Termasuk Flagship Buatan China

Penulis: Yasir  •  Rabu, 01 Juli 2026 | 04:48:02 WIB
Jeep batal menjual Recon EV dan Wagoneer S di Eropa karena biaya pengembangan setir kanan yang tinggi.

MALUKU — Keputusan mengejutkan ini dikonfirmasi langsung oleh juru bicara Jeep kepada AutoExpress. Recon EV, SUV listrik bergaya Wrangler yang baru mulai dijual di Amerika Utara pekan lalu, dan Wagoneer S batal melenggang ke Benua Biru. Alasan utamanya adalah kondisi pasar yang sulit dan biaya pengembangan setir kanan yang dinilai tidak sebanding dengan proyeksi penjualan yang kecil.

"Kondisi pasar yang sulit dan biaya pengembangan setir kanan akan membuat mobil-mobil ini tidak layak secara finansial, terutama mengingat proyeksi penjualan yang kecil," jelas sang juru bicara dalam pernyataan resminya.

Flagship Baru Jeep: Bodi Jeep, Jantung Dongfeng

Alih-alih Recon dan Wagoneer S, Jeep justru menyiapkan tiga SUV anyar. Yang paling menarik perhatian adalah model flagship D-segment yang akan menjadi andalan baru. Mobil ini akan diproduksi di China melalui joint venture dengan Dongfeng, menggunakan platform dan teknologi dari pabrikan Tiongkok tersebut.

Bos Jeep untuk Eropa, Fabio Catone, membandingkan strategi ini dengan model iPhone kepada Autocar. "Ini seperti model iPhone, di mana fitur teknis desainnya sepenuhnya selaras dengan identitas merek, tetapi kami memanfaatkan jejak industri yang ada," ujarnya. Catone menjamin SUV baru ini "sepenuhnya dirancang oleh Jeep," namun akan diekspor dari China ke pasar global, termasuk Eropa.

Berdasarkan platform Dongfeng, SUV listrik flagship ini akan tersedia dalam pilihan hybrid dan full elektrik. Bahkan, ada kemungkinan ditawarkan sebagai range-extended electric vehicle (REEV), sebuah teknologi yang memadukan motor listrik dengan mesin kecil sebagai generator pengisi baterai.

Dua SUV Kecil: Avenger Baru dan Compass Mini?

Dua model lainnya masuk segmen B-segment yang lebih kecil. Catone mendeskripsikan satu model sebagai "kompak," sementara model lainnya "lebih besar" dan mendekati segmen C-segment, diposisikan di bawah Compass. Model yang kompak digambarkan "lebih lebar, dengan gaya SUV yang lebih kental" ketimbang Avenger yang sudah ada saat ini.

Kedua SUV kecil ini akan menggunakan platform global STLA One milik Stellantis yang baru diperkenalkan bulan lalu. Platform modular ini sangat fleksibel, mendukung berbagai ukuran kendaraan dan tipe penggerak. Konsekuensinya, varian full listrik, hybrid, dan plug-in hybrid (PHEV) sangat mungkin tersedia.

STLA One juga menjadi platform pertama Stellantis yang mengintegrasikan teknologi STLA Brain, STLA SmartCockpit, dan steer-by-wire. Ini memungkinkan fitur-fitur yang lebih personal dan pembaruan perangkat lunak yang lebih cepat ketimbang generasi sebelumnya.

Keputusan Jeep ini menjadi sinyal keras bahwa strategi elektrifikasi global tidak bisa seragam. Alih-alih memaksakan model global yang mahal, Jeep memilih pendekatan pragmatis: memanfaatkan teknologi lokal yang mumpuni untuk pasar spesifik. Bagi konsumen Eropa, mereka harus melupakan Recon EV yang ikonik, namun akan mendapatkan SUV listrik buatan China dengan DNA Jeep yang lebih terjangkau.

Reporter: Yasir
Sumber: electrek.co This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top