MALUKU — Gempa berkekuatan magnitudo 6,7 yang berpusat 42 kilometer tenggara Kota Palu dengan kedalaman 10 kilometer itu menyebabkan kerusakan parah di sejumlah titik. Berdasarkan data BPBD Sulawesi Tengah, dampak terbesar terkonsentrasi di Kecamatan Palolo dan Nokilalaki, Kabupaten Sigi. Ribuan warga terdampak, ratusan rumah roboh, dan fasilitas umum seperti tempat ibadah, sekolah, puskesmas, hingga jaringan air bersih ikut lumpuh.
PLN langsung mengerahkan seluruh unit siaga dan mitra kerja begitu gempa terjadi. Hasilnya, per 17 Juni pukul 21.20 WITA, sebanyak 3 penyulang, 15 section, dan 651 gardu yang sempat padam telah pulih 100 persen. Artinya, 68.459 pelanggan yang sempat gelap gulita kini bisa kembali menikmati listrik.
Tidak hanya fokus pada kabel dan gardu, PLN juga turun langsung ke lapangan membawa bantuan logistik. Vice President Pengendalian Distribusi Sulmapana PLN, Eko Prihandana, bersama jajaran manajemen PLN UID Suluttenggo menyerahkan bantuan ke sejumlah titik.
Logistik disalurkan ke Posko Kecamatan Nokilalaki, Puskesmas Palolo, Puskesmas Nokilalaki, dan Posko Siaga Kelistrikan Kantor Jaga Palolo. Isinya berupa air mineral, beras, sarden, obat-obatan, tandon air, hingga perlengkapan penerangan darurat.
“Dalam kondisi darurat, listrik adalah urat nadi yang mendukung layanan kesehatan, komunikasi, hingga distribusi logistik. Kami hadir melalui PLN Peduli untuk menyentuh kebutuhan dasar warga,” ujar Eko Prihandana dalam keterangan resminya.
Kecepatan respons PLN mendapat sambutan positif dari Pemerintah Kabupaten Sigi. Wakil Bupati Sigi, Samuel Yansen Pongi, secara khusus menyampaikan terima kasih atas aksi tanggap darurat yang dilakukan perusahaan listrik pelat merah itu.
“Kecepatan pemulihan listrik ini sangat vital karena membantu proses penanganan darurat, operasional pelayanan kesehatan di puskesmas, hingga kelancaran distribusi bantuan. PLN tidak hanya menerangi, tetapi juga hadir membawa kepedulian,” kata Samuel.
Sementara itu, General Manager PLN UID Suluttenggo, Usman Bangun, mengapresiasi kerja keras tim di lapangan. “Keselamatan masyarakat dan petugas tetap menjadi prioritas utama. Berkat kolaborasi seluruh mitra kerja, pemulihan kelistrikan bisa berjalan cepat,” ungkapnya.
BMKG masih mencatat aktivitas gempa susulan di wilayah tersebut. PLN mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak mudah percaya pada informasi hoax. Jika menemukan potensi bahaya kelistrikan, warga bisa melapor melalui aplikasi PLN Mobile atau menghubungi Contact Center PLN 123 yang siaga penuh 24 jam.
Langkah ini menjadi bukti bahwa di tengah bencana, pemulihan listrik bukan sekadar urusan teknis, melainkan juga denyut nadi kehidupan masyarakat yang harus segera dihidupkan kembali.