LANGGUR — Bupati Maluku Tenggara Muhamad Thaher Hanubun menekankan bahwa keikutsertaan dalam MTQ bukan semata ajang kompetisi, melainkan momentum menampilkan akhlak mulia di hadapan kontingen dari kabupaten dan kota lain. Pesan itu disampaikan saat ia melepas Kafilah MTQ menuju Kota Ambon, Sabtu (20/6/2026).
“Keikutsertaan dalam MTQ bukan semata-mata soal meraih juara. Lebih dari itu, kalian adalah wajah Maluku Tenggara, duta-duta Qurani yang membawa pesan moral, akhlak, dan nilai-nilai Islam yang rahmatan lil alamin,” kata Thaher dalam sambutannya.
Ia meminta seluruh anggota kafilah menjaga disiplin, menjunjung tinggi etika, dan mengedepankan semangat sportivitas selama berlomba di ibu kota provinsi. Menurut Thaher, para peserta membawa nama baik daerah sekaligus mencerminkan karakter masyarakat Maluku Tenggara.
Thaher menegaskan bahwa pembinaan generasi Qurani merupakan bagian integral dari pembangunan sumber daya manusia di Maluku Tenggara. Ia menyebut program ini sebagai investasi penting untuk membangun masyarakat yang religius dan berdaya saing.
“Pembinaan generasi Qurani merupakan investasi penting dalam membangun masyarakat yang religius, berkualitas, dan berdaya saing. Pemerintah daerah berkomitmen untuk terus mendukung pengembangan syiar Islam dan peningkatan kualitas sumber daya manusia yang berlandaskan nilai-nilai keagamaan,” ujarnya.
Kontingen Maluku Tenggara telah menjalani berbagai tahapan pembinaan dan persiapan sebelum diberangkatkan ke Ambon. Pemerintah daerah berharap seluruh peserta dapat tampil maksimal dan meningkatkan capaian prestasi daerah pada ajang MTQ tingkat provinsi tahun ini.
Prosesi pelepasan diawali dengan doa bersama yang diikuti peserta, pelatih, ofisial, tokoh agama, keluarga, dan masyarakat. Bupati Thaher tidak hanya hadir di Masjid Agung Raudhah, tetapi juga mengantar para peserta hingga ke pelabuhan sebagai simbol dukungan penuh pemerintah daerah.
Thaher mengajak masyarakat Maluku Tenggara untuk turut memberikan dukungan dan doa agar seluruh peserta diberikan kesehatan, kemudahan, serta hasil terbaik selama mengikuti MTQ XXXI Tingkat Provinsi Maluku. Menurut dia, keberhasilan dalam MTQ tidak hanya diukur dari jumlah prestasi yang diraih, tetapi juga dari kemampuan peserta menampilkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam sikap dan perilaku sehari-hari.
MTQ Tingkat Provinsi Maluku merupakan agenda rutin yang mempertemukan para qari, qariah, hafiz, hafizah, dan peserta dari berbagai kabupaten dan kota. Ajang tahunan ini tidak hanya menjadi kompetisi, tetapi juga memperkuat pemahaman dan pengamalan nilai-nilai Al-Qur’an di tengah masyarakat Maluku.