MALUKU — Declan Rice mengaku telah mengelola nyeri saraf di hamstring sejak Natal tahun lalu. Cedera yang menjalar hingga ke punggung bawah ini membuatnya harus menjalani 63 pertandingan musim ini—55 bersama Arsenal dan 8 untuk Timnas Inggris—sebuah jumlah yang ia sebut sebagai "obscene" alias gila.
“Saya merasakan sedikit nyeri saraf di hamstring, yang sudah saya kelola sejak setelah Natal bersama Arsenal,” kata Rice kepada ITV Sport. Ia menegaskan keputusan ditarik keluar melawan Kroasia adalah langkah cerdas untuk menghindari risiko lebih parah.
“20 menit terakhir adalah fase paling berisiko. Tubuh benar-benar dipaksa bekerja ekstra. Tapi setelah istirahat, saya merasa sangat baik,” ujarnya.
Rice menyebut jadwal musim ini gila, tapi ia tak mau mengeluh. “Kami harus menjalani saja. Demi momen seperti memenangkan Premier League, saya akan main sebanyak mungkin,” ucapnya. Arsenal musim ini menjadi juara Premier League, runner-up Liga Champions, dan runner-up Carabao Cup.
Kekhawatiran juga menyelimuti Bukayo Saka, rekan Rice di Arsenal dan Inggris. Saka masih mengelola masalah Achilles dan hanya tampil sebagai pemain pengganti di menit ke-72 saat melawan Kroasia. Ia menjalani program latihan individu dan diperkirakan belum siap starter lawan Ghana.
Timnas Inggris menjalani aklimatisasi cuaca panas di Florida sejak awal Juni. Pertandingan melawan Ghana di Boston diperkirakan bersuhu 22°C—masih nyaman. Tapi Rice mengaku pelatih Thomas Tuchel sudah memberi jaminan bahwa para pemain punya kekuatan untuk mengatasi panas.
“Cuaca panas akan memengaruhi gaya main kami. Tapi pelatih sudah jelas: kami punya kekuatan dan daya tahan untuk mengungguli lawan,” kata Rice.
Di sisi lain, Ollie Watkins mengaku mengikuti saran Michael Owen untuk menjadi lebih jahat di lapangan. Striker Aston Villa ini mencetak 8 gol dalam 10 laga Premier League terakhir dan menjadi pahlawan kemenangan Inggris atas Belanda di Euro 2024.
“Saya paham kompetisi sekarang. Semua punya momennya masing-masing. Saat jadi pemain pengganti, saya lihat pertandingan terbuka dan peluang lebih banyak,” kata Watkins.
Bek Prancis William Saliba juga mengaku bermain dengan cedera ringan selama berbulan-bulan. “Saya gigit gigi karena ada Liga Champions dan Premier League. Piala Dunia hanya datang sekali empat tahun, jadi tak bisa cari alasan,” ujarnya jelang laga melawan Irak.