SAUMLAKI — Bukan sekadar kunjungan politik biasa, perjalanan Benhur George Watubun ke Desa Keliobar, Kecamatan Tanimbar Utara, berubah menjadi momen sakral. Di kampung halaman ibunya itu, Ketua DPRD Provinsi Maluku yang akrab disapa BGW itu resmi menyatakan diri siap menjadi calon gubernur pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2029.
Pernyataan itu disampaikan di Ridalan, pusat kampung Keliobar, Jumat (19/6/2026). Ia hadir didampingi Bendahara Umum DPD PDIP Maluku, Adre Taborat, serta Ketua DPC PDIP Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Jidon Kelmanutu. Sebelum menyampaikan pidato politiknya, BGW terlebih dahulu diberi nama adat “Urtatan” oleh masyarakat—sebuah gelar yang menurutnya terlalu berat namun harus diemban.
Dalam pidatonya, BGW menjelaskan alasan di balik ambisinya untuk naik kelas. Ia menilai posisi Ketua DPRD Provinsi, meski secara protokoler setara dengan gubernur, memiliki keterbatasan kewenangan dalam merealisasikan program pembangunan.
“Sebagai Ketua DPRD Provinsi Maluku, itu setara dengan Gubernur, namun dari sisi kewenangan posisi Ketua DPRD tidak bisa merealisasikan program yang melebihi seorang Gubernur. Maka saya Urtatan siap bertarung 2029 nanti,” tegas Watubun di hadapan warga Keliobar.
Ia meyakini pernyataan yang dimulai dari tanah kelahirannya ini membawa restu para leluhur, Tuhan, dan masyarakat Maluku secara luas. Syarat terakhir, menurutnya, adalah amanat dari Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.
Dukungan terhadap BGW tidak datang tiba-tiba. Sebelum kunjungan ke Keliobar, Ketua DPC PDIP Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Jidon Kelmanutu, telah menyampaikan pidato politik di agenda partai tingkat PAC yang mengarahkan dukungan kepada BGW.
“Saya sebagai Ketua DPC PDIP Kabupaten Kepulauan Tanimbar merasa terhormat karena pernyataan Ketua DPD PDIP Provinsi Maluku bung BGW. Maka sebagai kader kami selalu siap gerak dan laksanakan,” ujar Jidon.
Ia menambahkan, kader PDIP yang layak merebut kursi nomor satu di Maluku adalah BGW, karena dinilai sebagai sosok pemimpin yang sudah teruji dan terukur. Pernyataan BGW pun diaminkan oleh seluruh masyarakat Desa Keliobar, termasuk Kepala Desa Weratan dan Temin, serta seluruh kader PDIP yang hadir.
Langkah BGW ini menjadi sinyal awal peta politik Maluku menuju 2029. Dengan pijakan sebagai ketua partai pemenang pemilu di provinsi tersebut, elektabilitas dan restu partai akan menjadi faktor penentu langkah selanjutnya.