Said Didu Desak Prabowo Hentikan Akomodasi Politik dan Bentuk Kabinet Sendiri pada Agustus 2026

Penulis: Saiful  •  Rabu, 17 Juni 2026 | 11:26:32 WIB
M Said Didu mendesak Presiden Prabowo hentikan politik akomodatif dan bentuk kabinet mandiri pada Agustus 2026.

MALUKU — M Said Didu, analis kebijakan publik, secara terbuka meminta Presiden Prabowo Subianto untuk segera menghentikan pendekatan politik akomodatif yang dinilainya telah berlangsung terlalu lama. Pernyataan ini disampaikan Said dalam siniar To The Point Aja yang tayang di kanal YouTube SindoNews, dikutip Rabu (17/6/2026).

Menurut Said, waktu dua tahun pertama pemerintahan sudah lebih dari cukup untuk melakukan konsolidasi politik. Ia menilai Presiden Prabowo kini harus fokus pada keberhasilan kepemimpinannya sendiri, bukan lagi pada upaya merangkul berbagai kepentingan politik.

Titik Balik Sebelum 17 Agustus 2026

Said menegaskan bahwa Presiden Prabowo memiliki kesempatan untuk mencapai titik balik kepercayaan publik sebelum peringatan kemerdekaan ke-81 RI. "Mungkin Pak Presiden titik baliknya itu mungkin sebelum 17 Agustus sudah mencapai titik balik, kepercayaan publik akan balik," ujarnya dalam siniar tersebut.

Ia menambahkan bahwa syarat utama untuk mencapai titik balik itu adalah dengan mengakhiri politik akomodasi. "Waktu untuk melakukan akomodasi politik sudah lewat, sudah dua tahun, cukuplah. Saatnya adalah betul-betul adalah untuk kesuksesan dia sebagai presiden, bukan lagi akomodatif," kata Said.

Seruan untuk Kabinet Prabowo yang Otonom

Dalam pernyataan yang lebih tegas, Said menyebut bahwa masa berterima kasih kepada pihak-pihak yang mendukung selama masa transisi sudah selesai. Ia mendorong Presiden untuk mengambil alih penuh kendali kabinetnya.

"Maka Agustus masuk ke dirinya sendiri, inilah Kabinet Prabowo, bukan kabinet keberlanjutan Jokowi," katanya. Pernyataan ini mengindikasikan bahwa publik mulai menuntut identitas kepemimpinan yang lebih mandiri dari Presiden Prabowo, terlepas dari warisan politik era sebelumnya.

Seruan Said Didu ini muncul di tengah evaluasi publik terhadap kinerja pemerintahan yang memasuki tahun ketiga. Kritik terhadap komposisi kabinet yang dinilai masih sarat dengan kepentingan koalisi politik menjadi latar belakang desakan tersebut.

Reporter: Saiful
Sumber: nasional.sindonews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top