Rektor Unpatti: Rantai Pasok Blok Masela Harus Dongkrak Ekonomi Maluku, Bukan Sekadar Proyek Energi

Penulis: Saiful  •  Sabtu, 13 Juni 2026 | 19:04:32 WIB
Rektor Unpatti menegaskan Proyek Abadi LNG Blok Masela harus mendorong pertumbuhan ekonomi Maluku, bukan sekadar proyek energi.

AMBON — Universitas Pattimura bersama INPEX Masela Ltd. telah merampungkan sejumlah kajian strategis untuk memetakan kesiapan Maluku menjelang konstruksi Proyek Abadi LNG Blok Masela. Kajian itu mencakup pemetaan vendor lokal, kesiapan sumber daya manusia (SDM), hingga survei rantai pasok dan peluang pengadaan lokal.

Rektor Unpatti, Prof. Dr. Fredy Leiwakabessy, menekankan bahwa proyek strategis nasional ini tidak boleh hanya berhenti sebagai proyek energi. "Proyek Abadi LNG Blok Masela merupakan salah satu proyek strategis nasional yang tidak hanya berperan dalam sektor energi, tetapi juga berpotensi menjadi motor pertumbuhan ekonomi baru di kawasan timur Indonesia," ujarnya di Ambon, Kamis (11/6/2026).

Kajian Vendor dan SDM Lokal Jadi Prioritas

Dari hasil kajian, tim Unpatti memetakan kesiapan vendor lokal untuk memastikan pelaku usaha di Maluku mampu memenuhi standar industri migas. Studi kesiapan SDM difokuskan pada penyediaan tenaga kerja lokal yang kompeten sesuai kebutuhan proyek.

Adapun survei rantai pasok diarahkan untuk mengidentifikasi potensi sektor pangan dan komoditas unggulan daerah. "Keberhasilan proyek tidak hanya bergantung pada investasi dan infrastruktur, tetapi juga kesiapan ekosistem pendukung—pelaku usaha, tenaga kerja terampil, hingga rantai pasok yang kuat dan berkelanjutan," kata Fredy.

INPEX Fokus pada Tiga Aspek Kunci

VP SCM & IMT INPEX Ltd., Rudi Imran, menyebut FGD membahas tiga aspek utama: kesiapan tenaga kerja lokal, kesiapan penyedia barang dan jasa, serta ketersediaan bahan pangan dan logistik. Menurutnya, ketiga aspek itu menjadi faktor penentu agar masyarakat Maluku bisa berpartisipasi maksimal dan memperoleh manfaat langsung.

"Keberhasilan proyek bukan hanya diukur dari pembangunan fasilitas dan produksi energi, tetapi juga dari sejauh mana proyek mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat," ujar Rudi. Ia optimistis dengan antusiasme peserta yang mulai menyesuaikan program masing-masing dengan kebutuhan proyek menjelang tahap konstruksi.

Pemerintah Daerah Soroti Ketergantungan Pasokan dari Luar

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretaris Daerah Provinsi Maluku, Kasrul Selang, mengakui bahwa pengembangan rantai pasok lokal menjadi tantangan sekaligus peluang besar. Ia mengungkapkan hingga kini sebagian besar kebutuhan pangan dan komoditas strategis masih dipasok dari luar Maluku.

Kasrul mencontohkan kebutuhan telur untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Dengan asumsi 100 ribu penerima manfaat di Kota Ambon dan setiap siswa mendapat dua butir telur per minggu, kebutuhan mencapai sekitar 200 ribu butir per minggu. "Kondisi ini menunjukkan pentingnya peningkatan kapasitas produksi lokal," katanya.

Ia menilai hasil kajian Unpatti perlu diperkaya dengan data dari pemerintah kabupaten/kota dan berbagai pihak terkait agar rekomendasi kebijakan yang dihasilkan lebih komprehensif dan aplikatif.

Rekomendasi Berbasis Data untuk Pemda

Rektor Unpatti berharap diskusi yang melibatkan pemerintah daerah, akademisi, dunia usaha, dan perbankan itu mampu menghasilkan rekomendasi kebijakan berbasis data. "Forum ini menjadi wadah konsultasi strategis yang mendukung kebijakan nasional dalam memperkuat ketahanan energi serta mewujudkan kemandirian bangsa," pungkas Fredy.

Reporter: Saiful
Sumber: terasmaluku.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top