Trump Batalkan Serangan ke Iran, Harga Minyak Dunia Anjlok 4 Persen ke Level Terendah Sejak April

Penulis: Ragil  •  Jumat, 12 Juni 2026 | 23:10:01 WIB
Presiden AS Donald Trump mengumumkan pembatalan serangan ke Iran yang memicu penurunan harga minyak dunia.

MALUKU — Klaim Trump itu langsung mengubah sentimen pasar energi yang sebelumnya berada dalam tekanan eskalasi konflik Timur Tengah. Dalam pernyataannya, Trump mengatakan prospek pakta damai sudah sangat dekat dan upacara penandatanganan bisa digelar di Eropa akhir pekan ini, yang rencananya dihadiri Wakil Presiden JD Vance. Namun, hingga saat ini Iran belum mengkonfirmasi akan menyetujui perjanjian tersebut.

Minyak Brent dan WTI Kompak Terjun Bebas

Minyak mentah Brent, patokan minyak global, turun 4,4 persen menjadi US$86,53 per barel. Angka itu merupakan posisi terendah sejak pertengahan April. Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI), patokan AS, juga diperdagangkan 4,5 persen lebih rendah.

Penurunan harga minyak ini menjadi yang terdalam dalam beberapa pekan terakhir. Sebelumnya, pasar sempat memperhitungkan risiko gangguan pasokan jika konflik militer benar-benar terjadi. Pembatalan serangan oleh Trump secara tiba-tiba memicu aksi ambil untung besar-besaran.

Pasar Saham Global Menguat, KOSPI Pimpin Kenaikan

Koreksi harga minyak justru menjadi katalis positif bagi bursa saham global. Indeks-indeks utama di Eropa kompak naik lebih dari 1,5 persen, mengikuti penguatan yang terjadi lebih dulu di Asia. KOSPI Korea Selatan memimpin dengan lonjakan 8 persen, level tertinggi dalam beberapa bulan.

Kontrak berjangka Wall Street juga menunjukkan awal yang sedikit lebih kuat. Investor mengalihkan dana dari sektor komoditas energi ke sektor teknologi dan konsumer. Semua mata kini tertuju pada SpaceX milik Elon Musk yang akan mulai diperdagangkan setelah penawaran umum perdana yang memecahkan rekor.

Investor Masih Menunggu Konfirmasi Resmi dari Teheran

Meski euforia pasar terlihat jelas, sejumlah analis mengingatkan bahwa Trump telah berkali-kali mengutarakan prospek kesepakatan damai ini sebelumnya tanpa realisasi konkret. Iran belum memberikan pernyataan resmi terkait klaim presiden AS tersebut. Ketidakpastian masih menyelimuti apakah pakta itu benar-benar akan diteken atau sekadar retorika politik.

Pasar akan mencermati perkembangan diplomatik dalam beberapa hari ke depan. Jika kesepakatan batal atau Iran justru meningkatkan retorika, harga minyak berpotensi kembali melonjak. Sebaliknya, jika perjanjian benar-benar terwujud, tekanan harga minyak bisa berlanjut dalam jangka pendek.

Reporter: Ragil
Sumber: voi.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top