AMBON — Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa menegaskan bahwa keberhasilan proyek Blok Masela tidak semata diukur dari besarnya investasi atau kapasitas produksi LNG. Ukuran utama, menurutnya, adalah sejauh mana masyarakat Maluku menjadi pelaku utama dalam rantai ekonomi yang terbentuk.
Dalam sambutan yang dibacakan Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Maluku Kasrul Selang, Gubernur menyebut pelaku usaha daerah harus mampu memenuhi standar ketat industri migas. “Keberhasilan yang sesungguhnya adalah ketika pelaku usaha lokal mampu menjadi bagian dari rantai pasok, dan ketika generasi muda Maluku memiliki kompetensi untuk mengisi berbagai peluang kerja,” ujarnya.
Pemerintah berharap FGD yang digagas Universitas Pattimura dan INPEX Masela Ltd ini menjadi jembatan bagi UMKM lokal untuk memperoleh akses informasi, pendampingan, hingga pembiayaan.
Gubernur menilai Blok Masela memiliki nilai ekonomi dan geostrategis besar bagi Indonesia. Namun, proyek ini juga harus menjadi penggerak transformasi ekonomi Maluku. “Kita tidak boleh menjadi penonton di tanah sendiri. Sebaliknya, kita harus menjadi pelaku, penggerak, dan penerima manfaat utama,” tegasnya dalam sambutan tertulis.
Pemprov Maluku berkomitmen memperkuat kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, perguruan tinggi, dan masyarakat. Langkah ini mencakup penyiapan SDM unggul, penguatan UMKM, peningkatan konektivitas, serta penciptaan iklim investasi yang kondusif.
Rektor Universitas Pattimura dan perwakilan INPEX Masela Ltd turut hadir dalam forum tersebut. Gubernur mengapresiasi inisiatif ini sebagai wadah sinergi strategis. “Setiap gagasan dan pemikiran yang lahir hari ini akan menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem ekonomi Maluku yang lebih kuat, kompetitif, dan berdaya saing,” tutupnya.
Acara juga dihadiri perwakilan Bupati Maluku Barat Daya, Bupati Kepulauan Tanimbar, serta pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait di lingkup Pemprov Maluku.
Dalam konteks pembangunan jangka panjang, Blok Masela diharapkan menjadi katalisator mewujudkan visi Maluku yang maju, adil, dan sejahtera. Proyek ini dinilai mampu memperluas lapangan kerja, meningkatkan investasi, dan mendorong pusat-pusat ekonomi baru yang berkelanjutan di wilayah timur Indonesia.