Kantor Baru Pemkot Ambon Masih Angan-Angan, Ratusan Pegawai Terhimpit di Gedung Lama

Penulis: Fajar  •  Senin, 01 Juni 2026 | 10:28:52 WIB
Ratusan pegawai Pemkot Ambon masih bertahan di gedung lama dengan ruang kerja terbatas.

AMBON — Wacana pemindahan pusat pemerintahan Kota Ambon ke lokasi yang lebih representatif kembali mengemuka, namun belum ada satu pun keputusan konkret yang diambil. Hal ini disampaikan oleh sejumlah pejabat di lingkungan Pemkot yang enggan disebut namanya, mengonfirmasi bahwa pembahasan masih berada di tahap awal dan belum masuk ke dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) tahun anggaran mendatang.

Mengapa Rencana Ini Mandek?

Beberapa faktor disebut menjadi penghambat utama. Pertama, keterbatasan anggaran daerah yang masih difokuskan pada pemulihan ekonomi pascapandemi dan penanganan infrastruktur dasar. Kedua, belum adanya kesepakatan terkait lokasi lahan yang dianggap strategis dan bebas sengketa. Ketiga, proses kajian analisis dampak lingkungan (Amdal) dan tata ruang yang dinilai belum tuntas.

Dampak Langsung ke Pelayanan Warga

Akibat penundaan ini, sejumlah dinas masih berbagi ruangan di gedung eks kantor Gubernur Maluku. Situasi tersebut kerap dikeluhkan warga yang mengurus dokumen kependudukan, perizinan, dan layanan dasar lainnya. Antrean panjang dan lamanya waktu pemrosesan menjadi pemandangan sehari-hari di beberapa lantai gedung tersebut.

Seorang staf di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Ambon mengungkapkan bahwa kondisi kerja yang sempit membuat konsentrasi pegawai terganggu. "Kami berharap ada kepastian. Bukan hanya soal kenyamanan, tapi ini soal martabat pelayanan publik," ujarnya.

Apa Langkah Selanjutnya?

Pemkot melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) disebut tengah menyusun dokumen kajian awal. Namun, belum ada jadwal pasti kapan kajian itu akan dibahas di DPRD Kota Ambon. Publik hanya bisa menunggu apakah rencana ini akan kembali dimasukkan dalam prioritas pembangunan pada Musrenbang tahun depan atau kembali tertunda.

Sejumlah pengamat kebijakan publik di Maluku menilai, tanpa komitmen politik yang kuat dari walikota dan dukungan penuh dewan, proyek ini berpotensi menjadi proyek "macan kertas" yang hanya muncul setiap musim kampanye. Mereka mendesak agar Pemkot segera mempublikasikan peta jalan (roadmap) pembangunan kantor baru agar tidak terus menjadi polemik.

Reporter: Fajar
Sumber: rakyatmaluku.fajar.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top