Bupati Maluku Tenggara Resmikan Taman Doa Stasi Samawi di Kei Kecil, Diharapkan Jadi Ruang Spiritual Perkuat Persaudaraan

Penulis: Sutomo  •  Sabtu, 30 Mei 2026 | 22:13:01 WIB
Bupati Maluku Tenggara Muhamad Thaher Hanubun meresmikan Taman Doa Stasi Samawi di Kei Kecil.

LANGGUR — Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara meresmikan Taman Doa Stasi Samawi di Desa Samawi, Kecamatan Kei Kecil Timur, sebagai ruang spiritual yang lebih dari sekadar fasilitas keagamaan. Bupati Muhamad Thaher Hanubun menegaskan tempat ini menjadi wadah untuk memperkuat iman, harapan, dan persaudaraan antarwarga. Peresmian dilakukan dalam acara syukuran pada Jumat (29/5/2026) malam.

Bukan Sekadar Bangunan Fisik

Bupati Thaher menyebut taman doa itu memiliki makna yang jauh lebih dalam. Ia mengatakan tempat tersebut merupakan ruang perjumpaan umat dengan Tuhan dan wadah untuk menyalurkan berbagai pergumulan hidup.

"Di tempat ini orang datang membawa syukur, harapan, pergumulan, dan doa-doanya. Di tempat ini pula hati yang gelisah menemukan ketenangan, yang lemah memperoleh kekuatan, dan yang putus asa menemukan harapan baru," kata Thaher dalam sambutannya.

Apresiasi untuk Panitia dan Donatur

Dalam kesempatan itu, Thaher menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang terlibat dalam pembangunan taman doa tersebut. Ia menyebut semangat gotong royong menjadi kunci terwujudnya fasilitas ini.

"Atas nama Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara, saya menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh umat, panitia, para donatur, serta semua pihak yang telah bekerja dengan penuh semangat, pengorbanan, dan cinta kasih hingga taman doa ini dapat terwujud," ujar Thaher.

Harapan untuk Warga Kei Kecil

Pembangunan Taman Doa Stasi Samawi diharapkan menjadi pusat kegiatan rohani yang mempererat tali persaudaraan di tengah masyarakat Maluku Tenggara. Keberadaannya dinilai penting sebagai ruang publik yang menawarkan ketenangan batin di tengah kesibukan sehari-hari.

Bupati Thaher menambahkan, tempat ini juga menjadi simbol bahwa pembangunan infrastruktur keagamaan tidak hanya berorientasi pada fisik, tetapi juga pada penguatan mental dan spiritual warga. Pemerintah daerah berkomitmen mendukung kegiatan serupa di masa mendatang.

Reporter: Sutomo
Sumber: porostimur.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top