Klaim FIFA soal Trofi Piala Dunia Emas Padat Dibantah Hitungan Ilmuwan: Beratnya Capai 11 Stone

Penulis: Sutomo  •  Sabtu, 30 Mei 2026 | 05:53:01 WIB
Profesor Martyn Poliakoff membantah klaim FIFA bahwa trofi Piala Dunia terbuat dari emas padat.

MALUKU — Klaim ambisius FIFA selama bertahun-tahun bahwa trofi Piala Dunia terbuat dari emas padat akhirnya mendapat bantahan keras dari dunia akademis. Bukan tanpa dasar, sanggahan ini datang dari perhitungan ilmiah yang dilakukan Profesor Martyn Poliakoff dari Universitas Nottingham, Inggris, yang dirilis ulang oleh BBC Sport.

Berat Trofi Capai 70 Kilogram Jika Emas Murni

Menurut kalkulasi Poliakoff yang sudah ia ungkap sejak 2010 lalu, jika trofi bergengsi itu benar-benar padat berisi emas dari dalam hingga luar, mustahil trofi tersebut bisa diangkat dengan satu tangan. "Emas sangat berat, itu adalah salah satu logam terpadat yang ada," ujar Poliakoff.

"Berdasarkan perhitungan saya, jika benar-benar padat di seluruh bagian, akan ada sekitar 70 hingga 80 kilogram emas di dalamnya," tambah sang profesor. Dalam satuan berat kuno Inggris, angka itu setara dengan 154 pon atau 11 stone—terlalu berat untuk diangkat seorang diri tanpa kesulitan luar biasa.

Kemungkinan Trofi Berongga di Bagian Globe

Poliakoff punya penjelasan lebih masuk akal di balik klaim FIFA. Ia meyakini bahwa ketika FIFA menyebut 'emas padat', yang dimaksud adalah tidak ada material lain selain emas di bagian utama trofi—bukan berarti trofi itu padat tanpa rongga di dalamnya.

Sang profesor menduga, setidaknya bagian globe atau bola dunia yang ada di puncak trofi pasti berongga. "Kalau tidak, saya rasa trofi itu tidak akan cukup ringan untuk diangkat dan dikibas-kibaskan di atas kepala para pemain. Lagipula, itu akan menjadi pemborosan emas yang besar," jelas Poliakoff.

Trofi Piala Dunia yang Dipakai Sejak 1974

Trofi Piala Dunia versi saat ini telah digunakan sejak 1974, menggantikan trofi Jules Rimet yang legendaris. Berbeda dengan anggapan umum, para juara dunia tidak benar-benar membawa pulang trofi asli setelah pertandingan final. Mereka hanya diberikan replika sebagai kenang-kenangan.

Argentina disebut-sebut sebagai salah satu kandidat kuat yang berpeluang mendapatkan replika baru pada turnamen mendatang. Namun, bagi para penggemar sepak bola, misteri soal materi trofi ini justru menambah daya tarik tersendiri di balik kemegahan piala paling bergengsi di dunia tersebut.

Reporter: Sutomo
Sumber: fourfourtwo.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top