AMBON — Nama ENE, singkat dan mudah diingat, dipilih bukan tanpa alasan. Di balik tiga huruf itu tersimpan filosofi tentang identitas dan akar tradisi yang ingin terus dirawat generasi muda Maluku. Brand ini hadir di tengah derasnya arus brand global yang membanjiri pasar fashion Indonesia, membawa cerita bahwa sepatu bisa menjadi medium untuk memperkenalkan budaya ke ruang yang lebih luas.
Alfredo Mauwa, pemilik ENE, mengaku ide ini muncul dari pengamatannya selama bertahun-tahun. Ia melihat belum ada brand sepatu lokal dari Kota Ambon yang benar-benar mengusung identitas Maluku secara kuat. “Bagi sebagian orang, sepatu mungkin hanya bagian dari gaya hidup. Namun bagi saya, sepatu bisa menjadi medium untuk membawa cerita budaya ke ruang yang lebih luas,” kata Alfredo, seperti dikutip dari potretmaluku.id.
Berbekal keresahan itu, ENE mulai beroperasi pada akhir tahun 2021. Meski masih tergolong muda, brand ini langsung memiliki karakter yang berbeda. Setiap desain sepatu ENE tidak sekadar mengejar tren pasar, tetapi sengaja menyematkan simbol-simbol adat dan pesan agar anak muda tidak lupa dari mana mereka berasal.
Yang membedakan ENE dari produk fashion lokal lainnya adalah pendekatannya terhadap budaya. Brand ini tidak hanya menjual alas kaki, tetapi juga nilai kekeluargaan yang kental dalam masyarakat Maluku. Motif-motif adat yang dihadirkan dalam desain sepatu menjadi pengingat visual akan kekayaan tradisi yang dimiliki provinsi tersebut.
Menurut Alfredo, langkah ini merupakan upaya untuk membangun identitas di tengah modernitas. “ENE datang membawa cerita. Tentang identitas. Tentang budaya. Tentang bagaimana generasi muda Maluku mencoba berdiri di tengah modernitas tanpa kehilangan akar tradisi mereka,” ujarnya.
Dari Ambon, gerakan kecil ini perlahan berkembang. Brand ini menjadi salah satu representasi semangat industri kreatif Maluku yang mulai bangkit. Meski harus bersaing dengan brand internasional yang sudah mapan, ENE membuktikan bahwa produk lokal dengan cerita budaya yang kuat bisa mendapat tempat di hati konsumen.
Ke depannya, Alfredo berharap ENE bisa terus tumbuh dan menginspirasi lebih banyak anak muda di Maluku untuk berkarya. Ia ingin brand ini tidak hanya dikenal sebagai produk fashion, tetapi juga sebagai gerakan budaya yang membanggakan daerah asalnya.