AMBON — Politeknik Negeri Ambon (Polnam) tengah mempercepat realisasi pembangunan Gedung Kuliah Terpadu (GKT) modern. Proyek infrastruktur pendidikan vokasi ini menjadi prioritas Direktur Polnam, Marceau Haurissa, yang menyatakan kesiapannya melanjutkan program strategis yang telah dirintis oleh pimpinan sebelumnya.
Gedung Kuliah Terpadu ini dirancang untuk menjadi pusat kegiatan akademik dan praktik mahasiswa. Marceau Haurissa menyebut pembangunan GKT merupakan langkah konkret untuk meningkatkan kualitas layanan pendidikan dan fasilitas belajar di kampus vokasi terbesar di Maluku tersebut.
"Kami tancap gas untuk pembangunan gedung ini. Ini adalah komitmen kami untuk menyediakan fasilitas yang layak dan modern bagi mahasiswa dan dosen," ujar Marceau Haurissa dalam keterangannya, Selasa lalu.
Direktur Polnam memastikan proyek GKT modern bukanlah program yang dimulai dari nol. Menurutnya, pembangunan ini merupakan kelanjutan dari perencanaan dan perjuangan yang sudah dilakukan oleh para pimpinan Polnam sebelumnya.
"Kami tidak memulai dari awal. Para pendahulu kami sudah meletakkan pondasi yang kuat. Tugas kami sekarang adalah menyelesaikan dan mewujudkannya," tegas Marceau.
Pernyataan ini sekaligus menjawab spekulasi mengenai keberlanjutan proyek infrastruktur di perguruan tinggi yang berlokasi di Kota Ambon tersebut.
Gedung Kuliah Terpadu modern ini nantinya akan dilengkapi dengan ruang kelas pintar, laboratorium terintegrasi, dan area diskusi mahasiswa. Keberadaan GKT diharapkan mampu mendukung sistem pembelajaran berbasis praktik yang menjadi ciri khas pendidikan vokasi.
Polnam sendiri merupakan salah satu politeknik negeri unggulan di kawasan Indonesia Timur. Dengan hadirnya GKT modern, kampus ini optimistis dapat meningkatkan daya saing lulusan di pasar kerja nasional maupun global.
Proses pembangunan saat ini terus berjalan sesuai target yang telah ditetapkan oleh manajemen kampus. Seluruh civitas akademika berharap gedung baru ini dapat segera digunakan untuk menunjang kegiatan perkuliahan.