Stok Beras Bulog Tembus 5,36 Juta Ton, Tertinggi Sepanjang Sejarah – Kampus Diajak Kawal Swasembada

Penulis: Saiful  •  Senin, 25 Mei 2026 | 18:27:27 WIB
Stok beras Bulog mencapai rekor tertinggi 5,36 juta ton sepanjang sejarah.

MALUKU — Direktur Utama Bulog, Letnan Jenderal TNI (Purn.) Ahmad Rizal Ramdhani, menegaskan bahwa swasembada pangan tidak bisa dicapai hanya dengan mengandalkan sektor produksi. Menurutnya, institusi pendidikan tinggi memiliki peran krusial dalam menyuplai riset terapan dan inovasi teknis yang dibutuhkan industri pangan nasional.

"Penguatan swasembada pangan tidak hanya dilihat dari sisi produksi, tetapi juga dari kemampuan negara dalam menyerap hasil panen petani, menjaga cadangan pangan, memperkuat infrastruktur pascapanen, dan memastikan pangan tetap tersedia serta terjangkau bagi masyarakat," ujar Rizal dalam keterangan resmi yang dikutip Minggu (24/5/2026).

Rekor Stok di Tengah Lonjakan Produksi

Data Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia (FAO) menempatkan laju pertumbuhan produksi padi Indonesia di posisi kedua global, tepat di antara Brasil dan Myanmar. Capaian ini menjadi fondasi bagi program ketahanan pangan yang telah digencarkan sejak 2024 hingga 2026.

Untuk mengimbangi tren tersebut, Bulog mengamankan stok beras sebanyak 5,36 juta ton—rekor tertinggi sepanjang sejarah operasional lembaga. Secara keseluruhan, kapasitas infrastruktur pergudangan yang disiapkan mencapai 6,2 juta ton dan akan terus dikembangkan secara bertahap.

Dari sisi penyerapan domestik, Bulog telah merealisasikan pengadaan sebesar 2,8 juta ton beras dari total target tahunan 4 juta ton. Akselerasi ini berfungsi ganda: melindungi harga di tingkat petani sekaligus menjaga stabilitas pasokan pangan nasional di tengah fluktuasi pasar global.

Kampus Turun ke Gudang, Belajar Manajemen Cadangan Pangan

Dalam inisiatif terbaru, Bulog menggelar dialog interaktif dan Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Peran Kampus dalam Mewujudkan Swasembada Pangan Berkelanjutan untuk Cadangan Pangan Pemerintah” di Kompleks Pergudangan Utama Bulog, Kota Cimahi, Jawa Barat. Acara ini mempertemukan jajaran direksi dengan perwakilan mahasiswa lintas universitas se-Bandung.

Para mahasiswa mendapat akses langsung untuk mengamati sistem manajemen perputaran stok, standarisasi pengujian kualitas beras, hingga pemanfaatan infrastruktur logistik modern. Langkah ini dirancang sebagai platform edukasi keterbukaan informasi publik, sekaligus menjembatani teori di kampus dengan praktik industri pangan nasional.

Ekspansi Infrastruktur Pascapanen di 100 Titik Baru

Sebagai bagian dari peta jalan transformasi logistik jangka panjang, Bulog mengonfirmasi rencana ekspansi fasilitas pascapanen di 100 titik strategis baru di seluruh Indonesia pada tahun ini. Penambahan infrastruktur ini mencakup pusat pengolahan gabah dan modernisasi sistem penyimpanan.

Proyek tersebut diharapkan mampu memangkas tingkat penyusutan hasil panen (losses) dan memperkuat ketahanan rantai pasok pangan dari hulu ke hilir secara integratif. Dengan stok yang mencapai rekor dan kemitraan dengan kampus, Bulog optimistis menjaga stabilitas pasokan serta keterjangkauan harga di tingkat konsumen tetap terjaga.

Reporter: Saiful
Sumber: ekonomi.tvrinews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top